Polisi: Pelaku Bom Kampung Melayu dan Kelompok JAD Hindari Ponsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjawab pertanyaan awak media seusai meninjau TKP ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 26 Mei 2017. Polisi telah menggeledah sejumlah rumah diduga terkait dengan pelaku pengeboman. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjawab pertanyaan awak media seusai meninjau TKP ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, 26 Mei 2017. Polisi telah menggeledah sejumlah rumah diduga terkait dengan pelaku pengeboman. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan polisi terus menelusuri keterlibatan Aman Abdurahman dalam teror bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu malam, 24 Mei 2017. Polri juga mencermati keterkaitan kasus penyergapan di Waduk Jatiluhur dan kasus di Taman Pandawa, Cicendo, Bandung.

    "Kapolri telah memerintahkan mengungkap semuanya, termasuk sisa jaringan Santoso di Poso," ujar Setyo saat melakukan konferensi pers di Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu, 28 Mei 2017. Hasilnya, ditemukan keterkaitan pelaku bom Kampung Melayu dengan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

    Baca: Densus 88 Geledah Rumah Jaringan Pelaku Teror Bom Kampung Melayu

    Jalur komunikasi yang digunakan JAD, kata Setyo, menghindari sadapan kepolisian. Mereka telah mengetahui jika komunikasi melalui telepon seluler (handphone) bisa disadap. "Bagaimana komunikasinya, kami belum bisa mengungkapkan secara detail sebelum dilakukan penangkapan," ujar Setyo.

    Kabar bahwa jaringan JAD masih sering mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Setyo tidak bisa menjelaskan detail. Teroris yang ditahan di Nusakambangan datanya ada di Kementerian Hukum dan HAM. "Itu yang mengetahui Dirjen Lapas, Kemenkumham," kata Setyo.

    Baca: Bom Kampung Melayu, Begini Jejak Terkait dengan Aksi Teror JAD

    Beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan dua terduga pelaku teror bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang tewas—sebelumnya merupakan anggota kelompok teroris yang dibekuk di Waduk Jatiluhur—adalah JAD Bandung. JAD Bandung terafiliasi dengan terpidana terorisme, Aman Abdurrahman. "Beberapa anggota kelompok itu berhasil lolos dari penangkapan polisi dan menyusun rencana penyerangan pos lalu lintas di Bandung, akhir Februari lalu," kata Tito Karnavian.

    Serangan yang dilakoni Yayat Cahdiyat gagal karena bom panci keburu meledak dengan daya rendah di Taman Pandawa, Kecamatan Cicendo, Bandung. Yayat tewas ditembak polisi saat bersembunyi di kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo. Dua pekan kemudian, polisi menangkap Agus Sujatno, yang diduga merakit bom, dan Soleh Abdurrahman sebagai penyandang dana.

    IRSYAN HASYIM | ELIK S.

    Video Terkait: Polisi Geledah Rumah Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu di Bandung




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.