Tito Karnavian: Bom Kampung Melayu Mirip Bom Maraton Boston 2013

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) memberikan pengarahan kepada unit

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) memberikan pengarahan kepada unit "Brimob" sambil memeriksa pasukan saat apel pengamanan menjelang Natal dan perayaan Tahun Baru di Monumen Nasional di Jakarta, 22 Desember 2016. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan jenis bom panci yang digunakan para pelaku bom Kampung Melayu ini merupakan jenis bom yangtelah digunakan pada beberapa kejadian pengeboman lainnya. "Mirip bom Boston pas lomba maraton," ujar Tito kepada media di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jumat, 26 Mei 2017.

    Daya ledak bom panci, kata Tito Karnavian, mempunyai kekuatan tekanan yang tinggi. Bom menggunakan panci pressure cooker. "Masyarakat jangan meremehkan kekuatan panci jenis ini," ujar Tito memberikan penjelasan terkait dengan bom Kampung Melayu.

    Baca juga:
    Bom Kampung Melayu, Jaksa Agung: Revisi UU Terorisme Disegerakan

    Pada 15 April 2013, dua bom meledak saat Marathon Boston di Boylston Street dekat Copley Square, tepat sebelum garis akhir. Ledakan ini menewaskan tiga orang serta melukai 176 lainnya. Tersangka pengeboman Dzokhar Tsarnaev ditangkap dalam kondisi terluka dan sempat dirawat di rumah sakit, sedangkan kakaknya yang juga menjadi tersangka,Tamerlan Tsarnaev, tewas dalam baku tembak dengan polisi.

    Menurut Tito, untuk meningkatkan efek penghancur pada bom panci biasanya ditambahkan material seperti gotri dan mur. Bahkan dalam bom Kampung Melayu juga ditambahkan gunting kecil. Efek lain yang ditimbulkan yakni efek bakar dan getar. "Korban banyak yang gendang telingannya pecah," ujar Tito.

    Baca pula:
    9 Fakta Teror Bom Kampung Melayu

    Selain jenis bom, menurut Tito, pola bom Kampung Melayu dan Maraton Boston juga mirip. Bom pertama diledakkan dengan daya lebih kecil, untuk menarik perhatian. Setelah itu baru bom yang lebih besar meledak. "Jadi kalau ada ledakan, jangan bergerombol dulu karena itu target pelaku," ujar Tito.

    Kapolri Tito Karnavian mengungkapkan, bom Kampung Melayu diledakkan pertama oleh INS di dekat toilet terminal. Ledakan ini kecil karena tubuh pelaku masih utuh. Kemudian empat menit, saat orang-orang mulai berkerumun. AS kemudian meledakkan bom kedua yang lebih besar. "Potongan tubuh pelaku berserakan sejauh 30 meter," ujarnya.

    IRSYAN HASYIM | S. DIAN ANDRYANTO

    Video Terkait: Polisi Geledah Rumah Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu di Bandung




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.