Bom Kampung Melayu, Said Aqil: Jangan Ikut-ikutan Sebar Isu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, menyampaikan pesan moral kebangsaan dan catatan akhir tahun dengan tema anak ayam tak boleh kehilangan induknya, di Gedung PBNU, Jakarta, 24 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, menyampaikan pesan moral kebangsaan dan catatan akhir tahun dengan tema anak ayam tak boleh kehilangan induknya, di Gedung PBNU, Jakarta, 24 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk pelaku bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu malam, 24 Mei 2017, yang menimbulkan korban jiwa. “PBNU mengutuk keras dan mengecam segala tindakan kekerasan dan terorisme, apa pun motifnya,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Kantor PBNU di Jakarta, Kamis, 25 Mei 2017.

    Atas nama PBNU, Said Aqil juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang dialami. PBNU mendukung langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. (Baca: Bom Kampung Melayu, Jokowi: Kejar Pelaku Hingga ke Akarnya)

    Di sisi lain, PBNU meminta semua pihak menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

    ”Kita mendukung aparat keamanan, salah satunya dengan cara tidak ikut-ikutan menyebarkan isu, gambar korban, dan berita yang belum terverifikasi kebenarannya dalam peristiwa ini,” tutur Said Aqil. (Baca: Bom Kampung Melayu, Kondisi 4 Polisi yang Dirawat Membaik)

    Ia mengajak seluruh warga Indonesia bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi, serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan. “Jika mendapati peristiwa sekecil apa pun yang menjurus pada radikalisme dan terorisme segera laporkan ke aparat keamanan,” kata Said Aqil.

    Ia mengatakan gerakan radikalisme sudah sedemikian merajalela sehingga diperlukan penanganan khusus yang intensif dari pelbagai pihak, terutama aparat keamanan. Nahdlatul Ulama, ujar Said Aqil, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta cepat terkait dengan penanganan dan isu radikalisme. Langkah ini, menurut dia, harus ditempuh sebagai bagian penting dari upaya implementasi dan kewajiban negara untuk menjamin keamanan hidup warganya. (Baca: Mabes Polri Dalami Hubungan Bom Kampung Melayu dan Bom Manchester)

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.