Kapolri Tito: Penyidik Kasus Dugaan Makar Kantongi Sejumlah Bukti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat meninjau lokasi penggerebekan teroris di Kampung Curug, Desa Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. TEMPO/Marifka Wahyu

    Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat meninjau lokasi penggerebekan teroris di Kampung Curug, Desa Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. TEMPO/Marifka Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan proses hukum atas dugaan makar yang sedang ditangani kepolisian bukan rekayasa. Menurut dia, penyidik sudah mengantongi sejumlah bukti terkait dengan upaya makar menggulingkan pemerintah Presiden Joko Widodo.

    Tito mengatakan sejumlah bukti tersebut melalui video yang tersebar di media sosial dan sejumlah pertemuan terbatas. "Terdapat bukti dalam video yang tersebar dalam media sosial dan pertemuan terbatas dari surveillance yang dilakukan," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 23 Mei 2017.

    Baca: Al Khaththath Ditahan, MUI: Makar Bukan Tuduhan Sembarangan

    Ia menjelaskan beberapa isu dari pertemuan tersebut bertujuan untuk menurunkan Presiden Jokowi, menangkap dan mengadili Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengembalikan konstitusi ke Undang-Undang Dasar 1945 asli, dan menolak reformasi.

    Kepolisian, kata dia, juga telah menguji dalam laboratorium forensik bukti-bukti yang ditemukan seperti telepon seluler milik beberapa tersangka yang berkaitan dengan upaya tersebut. "Pasal yang disangkakan Pasal 107 KUHP," ujar Tito.

    Simak juga: ACTA Gugat Dua Pasal Makar ke Mahkamah Konstitusi

    Tito menjelaskan terduga makar telah melanggar Pasal 107 KUHP tentang permufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintah yang sah. Ia memastikan proses hukum terhadap upaya makar ini terus berlanjut.

    Meski begitu, Tito mengatakan tak menahan sejumlah tersangka yang terlibat dalam dugaan makar tersebut karena alasan kesehatan dan kemanusiaan. "Sejumlah tersangka tetap kami lakukan pemeriksaan meski penahanan mereka ditangguhkan dengan alasan kesehatan dan kemanusiaan," ujarnya.

    ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.