Proyek E-KTP, Cerita Paulus Tannos Dua Kali Bertemu Setya Novanto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto saat berkunjung ke kantor redaksi TEMPO, 8 Maret 2017. NGARTO FEBRUANA

    Ketua DPR Setya Novanto saat berkunjung ke kantor redaksi TEMPO, 8 Maret 2017. NGARTO FEBRUANA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Sandipala Arthapura Paulus Tannos mengaku pernah bertemu dengan Ketua DPR Setya Novanto setelah penandatanganan kontrak proyek E-KTP. PT Sandipala Arthapura adalah salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium PNRI, yang memenangkan proyek e-KTP.

    "Kontrak Juli 2011, pertemuan dengan Setya Novanto Oktober atau November," kata Paulus Tannos saat bersaksi di sidang korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 18 Mei 2017.

    Baca: Sidang E-KTP, Paulus Tanos Mengaku Diancam Dibunuh

    Paulus menjelaskan, pertemuannya dengan Setya diinisiasi oleh Andi Agustinus alias Andi Narogong. Menurut Paulus, pertemuan itu dirancang karena Andi ingin menunjukkan kedekatannya dengan Setya Novanto.

    "Jadi saya diminta Andi Agustinus untuk bersama-sama ketemu dengan Setya Novanto. Saya pikir Andi ini ingin menunjukkan bahwa dia kenal dekat dengan Setya Novanto," ujar Paulus.

    Mulanya, Paulus diminta Andi datang ke rumah Setya di Jalan Wijaya. Karena Andi terjebak macet, Paulus tiba di rumah Setya lebih dulu. Sampai rumah Setya, Andi meminta Paulus masuk duluan karena sudah ditunggu tuan rumah.

    Simak: Sidang E-KTP: Paulus Tanos Bersaksi, Terdakwa Sugiharto Menangis

    Di dalam rumah, Paulus melihat sudah banyak orang yang hadir. Paulus pun menghampiri Setya dan memperkenalkan diri sebagai salah satu anggota konsorsium pemenang proyek e-KTP.  "Itu pertama kali saya ketemu Setya. Saya jelaskan bahwa saya salah satu pelaksana proyek e-KTP dan seharusnya tiba bersama Andi, tapi dia masih terjebak macet," ujar Paulus.

    Tiba-tiba, kata Paulus, Setya menerima telepon dan meninggalkan tempat duduknya. Tak lama kemudian Paulus dihampiri staf Setya yang mengatakan bahwa bosnya ada janji lain. Staf Setya mengatakan bahwa jika ingin bertemu lagi sebaiknya mengatur janji di kantor Setya.

    Lihat: Sidang E-KTP, Ketua Panitia Akui Menangkan Konsorsium Tertentu

    Beberapa menit kemudian, Andi tiba di rumah Setya. Paulus menjelaskan pesan staf Setya kepada Andi. Andi mengatakan bahwa akan mengatur janji dengan Setya di kantornya.
    Beberapa hari kemudian Andi kembali mengajak Paulus untuk bertemu Setya di SCBD Gedung Equity. Di gedung tersebut Paulus berpapasan dengan Setya di lift.

    Paulus kembali memperkenalkan diri dan menjelaskan apa yang tengah ia kerjakan dalam proyek e-KTP.  "Pembicaraan terputus karena pertemuan kedua hanya berpapasan saat beliau mau masuk lift dan saya keluar lift," kata Paulus.

    Setya Novanto berkali-kali membantah terlibat dalam kasus E-KTP. Bantahan itu termasuk yang disampaikan Ketua DPR itu saat menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Kamis, 6 April 2017. "Betul (tidak terima uang). Yakin, Yang Mulia," ujar Setya.

    PT Sandipala Arthapura adalah salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium PNRI, pemenang tender pengadaan proyek e-KTP. Dalam perkara ini, konsorsium bersama dengan pejabat Kementerian Dalam Negeri diduga membagi-bagikan duit kepada anggota DPR agar meloloskan proyek e-KTP.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.