Ahok Ditahan, Pendukung Berangsur Tinggalkan Rutan Cipinang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penulis Okky Madasari membacakan puisi berjudul Seorang Cina yang Ingin Menjadi Gubernur di hadapan massa pendukung Ahok, di depan LP Cipinang, Jakarta Timur, Selasa, 9 Mei 2017.

    Penulis Okky Madasari membacakan puisi berjudul Seorang Cina yang Ingin Menjadi Gubernur di hadapan massa pendukung Ahok, di depan LP Cipinang, Jakarta Timur, Selasa, 9 Mei 2017.

    TEMPO.CO, Jakarta - Massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berangsur-angsur membubarkan diri mulai pukul 22.00 WIB. Mereka perlahan meninggalkan lokasi di depan Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, menggunakan kendaraan masing-masing.

    Orator di mobil komando meminta kepada massa aksi agar kembali ke lokasi pada Rabu, 10 Mei 2017, pukul 14.00 WIB. "Kabarkan ke semua relawan, kumpul lagi di sini besok," ucap seorang orator.

    BacaAhok Dipenjara di Cipinang, Tjahjo: Djarot Jadi Plt Gubernur DKI
     
    Orator itu juga meminta massa membawa makanan dan minuman masing-masing. "Bawa simbol perlawanan kita, tetap semangat untuk bebaskan Ahok, kawan-kawan," ujarnya.

    Bahkan orator tersebut juga meminta kepada para massa aksi untuk membawa baju ganti, karena ada kemungkinan besok mereka akan menginap. "Mari perjuangkan sampai tuntas," tuturnya.

    Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, meminta massa aksi agar membubarkan diri dari depan Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Djarot naik ke mobil komando sekitar pukul 21.30 WIB.

    Baca juga: Ahok Ditahan, Djarot Laporkan Pergantian Gubernur DKI

    Djarot menuturkan, pesan yang dia sampaikan merupakan pesan dari Ahok kepada para pendukungnya. Salah satu alasan Ahok meminta massa membubarkan diri agar tak mengganggu masyarakat lain yang ingin melintasi jalan raya tersebut.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.