Soal Vonis Ahok, Amien Rais: Kalau Main-main, Bahaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 20 April 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 20 April 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.COJakarta - Majelis hakim akan menjatuhkan vonis kepada terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa pekan depan. Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais mengingatkan agar tidak ada sandiwara dalam proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Amien meminta pengadilan tak main-main saat menjatuhkan vonis kepada Ahok. “Kalau main-main, bahaya,” katanya di kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.

    Baca: Jaksa Tuntut Ahok 1 Tahun Penjara dengan Percobaan 2 Tahun

    Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mengatakan rakyat akan bergerak andai majelis hakim main-main ihwal vonis kepada Ahok. “Bukan hanya bergerak, saya rasa ngamuk,” tuturnya.

    Ia berharap vonis yang diberikan majelis hakim nanti tidak mencederai keadilan masyarakat. Sebab, selama ini para penista agama selalu masuk penjara.

    Andai majelis hakim membebaskan Ahok, Amien menganggap Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan perlakuan istimewa terhadap pasangannya saat memimpin DKI Jakarta. Jika hal itu benar terjadi, menurut dia, rakyat akan marah. “Kalau rakyat marah, jangan disalahkan,” ucapnya.

    Dalam persidangan sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Ahok dengan hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Jaksa beranggapan Ahok terbukti bersalah melanggar Pasal 156 KUHP dengan menyatakan pernyataan permusuhan atau kebencian atau penghinaan terhadap satu golongan rakyat Indonesia.

    Baca: Alasan Jaksa Tak Tuntut Ahok dengan Pasal Penistaan Agama

    Jaksa tidak menuntut Ahok dengan pasal penistaan agama (Pasal 156a KUHP). Jaksa menilai Ahok tidak memenuhi unsur niat dalam pasal tersebut.

    Tuntutan jaksa terhadap Ahok ini menuai pro-kontra. Amien menduga ada pihak lain yang mengintervensi tuntutan jaksa ini. “JPU mungkin saja disuruh jaksa agung, jaksa agung mungkin saja disuruh yang di atasnya lagi. Saya kira jangan main-main,” ucapnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.