Pembunuhan Keji di Rokan Hulu, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Resor Rokan Hulu masih menyelidiki kasus penganiayaan berat terhadap satu keluarga di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun. Polisi memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa keji  yang menewaskan ibu muda baru melahirkan bernama Pelistia Kiawa, 23 tahun.

    "Kami masih memeriksa saksi-saksi dari keluarga," kata Kapolres Rokan Hulu Ajun Komisaris Besar Yusup Rahmanto, kepada Tempo, Selasa, 25 April 2017.

    Yusup belum mau membeberkan materi pemeriksaan lantaran penyidik masih bekerja. "Belum bisa saya sampaikan karena masih dalam penyelidikan, mudah-mudahan cepat terungkap," ujarnya.

    Baca: Mabuk Bareng Anak, Pria Ini Tewas dengan Leher Tergorok

    Yusupi belum mengetahui motif dan pelaku pembunuhan sadis itu. Suami korban, Aliani Telopanua, 27 tahun, yang sempat kritis, makin membaik dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Pasirpangaraian.

    Peristiwa penganiayaan berat itu terjadi pada Minggu, 23 April 2017 dan menewaskan Pelistia Kiawa. Sedangkan Aliani Telopanua mengalami luka berat. korban merupakan pasangan suami istri yang baru saja menyambut kelahiran bayi pertamanya. Beruntung, dalam peristiwa itu sang bayi dalam keadaan selamat.

     Korban pertama kali ditemukan oleh kerabatnya, Yuliasa Giawa. Kedua korban memang menginap sementara di rumah Yuliasa lantaran baru menjalani proses persalinan.

    Simak: Polisi Dalami Motif Penganiayaan Adik Presenter Fadli-Fadlan

    Korban ditemukan Yuliasa sekitar pukul 13.00 siang saat ia dan istrinya pulang dari gereja. Kedua saksi melihat pintu rumah dalam keadaan tertutup rapat. Merasa ada yang aneh, Yuliasa kemudian masuk ke rumah dan menemukan kedua korban tergeletak berlumuran darah di dapur.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.