Ruas Tol Solo-Walikukun Bakal Beroperasi,Arus Lebaran Kian Nyaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintas di jalan tol Solo-Kertosono (Soker) di Desa Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, yang belum menyatu karena terdapat lahan permakaman umum milik warga yang sedang dalam proses pemindahan, 18 April 2016. ANTARA FOTO

    Pengendara melintas di jalan tol Solo-Kertosono (Soker) di Desa Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, yang belum menyatu karena terdapat lahan permakaman umum milik warga yang sedang dalam proses pemindahan, 18 April 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Solo - PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) akan mengoperasikan ruas tol yang tengah dibangunnya untuk keperluan arus mudik dan arus balik. Rencananya, jalur yang akan dibuka mulai dari gerbang Kartasura hingga Walikukun sepanjang 65 kilometer.

    Direktur Utama PT SNJ David Wijayatno mengatakan pengoperasian itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di dalam Kota Solo. "Pemudik yang hendak ke Jawa Timur bisa langsung masuk tol," katanya saat ditemui, Kamis 13 April 2017.

    Baca :

    Jasa Marga: Tol Bawen Salatiga Beroperasi Sebelum Lebaran

    KAI Siapkan 40.700 Tiket Kereta Lebaran Tambahan dari Bandung

    Saat ini, perkembangan pembangunan ruas tol Kartasura hingga Karanganyar telah mencapai 95 persen. "Sedangkan ruas Karanganyar-Walikukun sudah 75 persen," katanya. Menurutnya, ruas jalan tersebut sudah layak untuk dilalui kendaraan.

    Sedangkan ruas tol Walikukun hingga Ngawi masih belum bisa digunakan oleh pemudik. "Pekerjaannya masih mencapai 55 persen," katanya.

    Menurut David, tol tersebut akan dibuka senam hari sebelum lebaran hingga enam hari setelah lebaran. "Saat arus mudik, kendaraan yang boleh melintas hanya yang ke arah timur," katanya. Sebaliknya, pada arus balik pihaknya menerapkan sistem satu arah ke barat.

    Simak juga : SBMPTN di Bandung, Begini Rasio Kompetisi Beberapa Program Studi

    Hanya saja, ruas tol itu hanya dapat digunakan dari pagi hingga petang. "Sedangkan malam hari akan kami tutup," katanya. Dia beralasan jalan tersebut belum dilengkapi penerangan sehingga belum aman digunakan pada malam hari.

    Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surakarta, Ari Wibowo berharap pengelola tol ikut membantu menyediakan rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) yang mengarahkan pemudik ke arah tol. "Rambu yang kami miliki terbatas," katanya.

    Saat ini, pihaknya juga tengah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas di dekat pintu tol Klodran. "Perlu pengaturan lantaran aksesnya hanya kecil," katanya. Dia khawatir bakal terjadi antrean di sekitar pintu tol tersebut.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.