Oesman Sapta Odang Terpilih Sebagai Ketua DPD Secara Aklamasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Ketua MPR, Oesman Sapta Odang, berbincang dengan sejumlah anggota dewan usai memberikan suara dalam sesi pengambilan suara Sidang Paripurna pemilihan pimpinan MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 8 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Ketua MPR, Oesman Sapta Odang, berbincang dengan sejumlah anggota dewan usai memberikan suara dalam sesi pengambilan suara Sidang Paripurna pemilihan pimpinan MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 8 Oktober 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Senator asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2017-2019. Oesman terpilih secara aklamasi dalam sidang paripurna DPD yang dimulai sejak Senin, 3 April 2017, hingga Selasa, 4 April 2017.

    Ketua Umum Partai Hanura itu dicalonkan sebagai ketua dari perwakilan wilayah tengah. Ia bersaing dengan senator asal Sumatera Utara, Damayanti Lubis, yang mewakili wilayah Barat, dan senator asal Maluku, Nono Sampono, perwakilan wilayah Timur. Selain tiga nama tersebut, sempat muncul nama Abdul Azis dan Andi Surya. Namun keduanya memilih mundur sebelum pemilihan.

    Baca: Kisruh DPD, Oesman Sapta Odang Dicalonkan Sebagai Ketua

    "Dalam waktu setengah menit, sudah sampai pada kesepakatan. Kami memberikan amanah lebih tinggi pada Pak Oesman Sapta untuk menjadi ketua DPD," kata Damayanti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4 April 2017.

    Lewat musyawarah antara ketiganya itu pula disepakati Nono Sampono menjadi Wakil Ketua DPD I dan Damayanti menjadi Wakil Ketua DPD II.

    Baca: Masa Jabatan Habis, DPD Alami Demisioner

    Meski sudah terpilih menjadi ketua DPD, pelantikan Oesman belum dilakukan. Rencananya, pelantikan akan dilakukan siang nanti dipimpin Ketua Mahkamah Agung.

    Bila dilantik, Oesman akan merangkap jabatan. Saat ini, ia berstatus sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

    Oesman enggan berkomentar banyak soal rangkap jabatan ini. "Kami akan bicarakan setelah ini apa yang akan dilakukan," tuturnya.

    AHMAD FAIZ

    Baca: Ratu Hemas Tutup Sidang, DPD Kembali Ricuh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.