Pilkada Jawa Barat, Survei: Elektabilitas Ridwan Kamil Tertinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menyapa warga sambil diiarak naik sisingaan saat deklarasi calon Gubernur Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, 19 Maret 2017. TEMPO/Prima Mulia

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menyapa warga sambil diiarak naik sisingaan saat deklarasi calon Gubernur Jawa Barat di Bandung, Jawa Barat, 19 Maret 2017. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Lembaga survei Indo Barometer baru saja merilis hasil survei tingkat elektabilitas beberapa calon kuat yang diperkirakan bakal meramaikan bursa pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2018.

    Hasil survei menunjukkan elektabilitas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungguli kandidat lain yang mungkin maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Jawa Barat, seperti Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, istri Gubernur Ahmad Heryawan, Netty Prasetyani Heryawan, dan Dede Yusuf.

    Baca: NasDem Deklarasi Ridwan Kamil Cagub, Emil: Saya Sangat Sunda

    "Kang Emil (Ridwan Kamil) memang tingkat elektabilitasnya teratas dengan simulasi pertanyaan tertutup head-to-head," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis, 23 Maret 2017.

    Berdasarkan simulasi pertanyaan terbuka, kata dia, tingkat kepekaan masyarakat untuk memilih calon gubernur memang masih sangat rendah. Sebesar 77,1 persen pemilih masih belum mempunyai calon gubernur yang bakal dipilih. Namun Ridwan Kamil tetap menjadi yang teratas dengan 9,4 persen, disusul Dedi Mulyadi dengan 3,6 persen, Dede Yusuf 3,5 persen, dan Deddy Mizwar 2,9 persen.

    Saat pertanyaan dalam kuesioner menjadi tertutup dan dibatasi menjadi 14 nama calon gubernur saja, persentase Ridwan mengalami kenaikan. Tingkat keterpilihan Ridwan Kamil menjadi 22 persen diikuti oleh Deddy Mizwar 14,1 persen, Dede Yusuf 11,8 persen, dan Dedi Mulyadi 7,3 persen.

    Lihat: Ridwan Kamil Maju Pilkada Jawa Barat, Ini Kata Bupati Purwakarta 

    "Ketika dikerucutkan lagi menjadi hanya empat nama, persaingan memang masih terbuka lebar. Ridwan Kamil masih memimpin dengan 26,6 persen, tapi di urutan kedua dan seterusnya persentasenya tidak jauh-jauh amat. Ada Deddy Mizwar dengan 19,3 persen, Dede Yusuf 14,3 persen, dan Dedi Mulyadi 7,9 persen" ujar Qodari.

    Menurut Qodari, survei itu dilaksanakan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat yang meliputi 26 kota/kabupaten. Jumlah sampelnya 800 responden dengan margin of error 3,46 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. "Batas usia responden minimal 17 tahun atau sudah menikah pada saat survei dilakukan. Waktu pengumpulan data pada 26 Februari-7 Maret 2017," katanya. 

    Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara tatap muka antara surveyor dan responden serta menggunakan kuesioner dengan perpaduan pertanyaan terbuka dan tertutup.

    Simak: Soal Maju Pilkada Jabar, Deddy Mizwar: Masih Lirik-lirikan 

    Sedangkan untuk tingkat pengenalan dan kesukaan nama calon Gubernur Jawa Barat 2018, hasil survei Indo Barometer menunjukkan Deddy Mizwar menjadi tokoh yang paling dikenal masyarakat Jawa Barat. Diikuti oleh Desy Ratnasari dengan 92,1 persen, Dede Yusuf 91,3 persen, Ridwan Kamil 65,4 persen, dan Nurul Arifin 52 persen.

    Namun, untuk tingkat kesukaan, lagi-lagi nama orang nomor satu di Kota Bandung itu menjadi yang teratas dengan 93,9 persen, diikuti oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana 90,6 persen, Dede Yusuf 85,2 persen, Netty Heryawan 83,8 persen, dan Deddy Mizwar 81,8 persen.

    Baca juga: Maju di Pilkada Jabar, Deddy Mizwar Dekati Partai Bukan Pro Ahok 

    Pengamat politik Universitas Katolik Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, mengatakan nilai ketokohan calon gubernur nanti memang menjadi salah satu penentu. Namun, dia berpesan, campur tangan partai politik jangan sampai blunder lantaran memaksakan calon gubernur yang justru tidak populer.

    "Sebaiknya kita berinteraksi, berkomunikasilah untuk menentukan siapa yang layak untuk Jawa Barat itu. Jangan sampai pusat mendikte dan memaksakan siapa yang akan maju," katanya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.