12 Ribu Personel TNI-Polri Amankan Acara Puncak KTT IORA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI dari Arhanud I/I Kostrad melakukan penjagaan di jembatan penyebrangan orang (JPO) kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, 5 Maret 2017. Sebanyak 12.000 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan untuk pengamanan KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Personel TNI dari Arhanud I/I Kostrad melakukan penjagaan di jembatan penyebrangan orang (JPO) kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, 5 Maret 2017. Sebanyak 12.000 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan untuk pengamanan KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI (Polri) mengerahkan 12 ribu personel gabungan untuk mengamankan acara puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20 yang akan dilaksanakan pada Selasa, 7 Maret 2013, besok.

    "Menjelang puncak digelarnya KTT IORA 2017 yang akan dihadiri oleh beberapa kepala negara dan kepala pemerintahan, pengamanan di Jakarta Convention Center (JCC) dijaga ketat oleh pasukan TNI dan Polri," kata Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP KTT IORA 2017 Letkol Laut Edys Riyanto, dalam keterangan pers yang diterima, Senin, 6 Maret 2017.

    Baca juga: KTT IORA Akan Hasilkan Empat Dokumen Kerja Sama

    Edys menyampaikan penjagaan ketat juga dilaksanakan di pintu masuk Stadion Gelora Bung Karno. Sejumlah aparat gabungan dari TNI dan Polri dengan bersenjata lengkap, dengan melibatkan anjing pelacak, berjaga di beberapa titik pintu masuk kawasan JCC.

    Selain itu, kata Edys, pengamanan juga diberlakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Jakarta serta hotel tempat menginap para tamu kepala negara dan kepala pemerintahan.

    Menurut dia, jumlah kekuatan TNI dan Polri yang terlibat dalam pengamanan VVIP KTT IORA sebanyak 12.000 prajurit terdiri dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan Polri.

    TNI dan Polri juga mengerahkan beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung pengamanan, antara lain Helikopter Bell 412, Panser Anoa, Kendaraan khusus Penjinak Bahan Peledak (Jihandak), Kapal Perang Republik Indonesia, Sea Rider, Pesawat Boeing 737- 400, Pesawat Hercules C-130 VIP, Pesawat C-295, Helikopter NA S-332 VIP, Helikopter NA S-332, Helikopter SA-330, dan Helikopter EC-120B.

    Simak: KTT IORA, Myanmar Dianggap Sebagai Calon Anggota Potensial

    KTT IORA akan dihadiri oleh 16 kepala negara dan pemerintahan, delapan organisasi internasional, dan perwakilan dari tujuh negara mitra wicara. KTT IORA diselenggarakan pada 5-7 Maret 2017. Acara IORA didahului pertemuan tingkat pejabat tinggi pada Ahad, 5 Maret 2017; pertemuan tingkat menteri pada Senin 6 Maret 2017; dan pertemuan tingkat tinggi atau KTT pada Selasa, 7 Maret 2017.

    Pertemuan KTT IORA merupakan kegiatan berskala internasional yang diikuti negara-negara yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Tema yang diangkat dalam Pertemuan IORA ini adalah "Strengthening Maritime Cooperation for Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean" (Memperkuat Kerja Sama Maritim untuk Kawasan Samudera Hindia yang Damai, Stabil, dan Makmur).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.