Pidato Prabowo Usai Coblosan: Anies-Sandi Pasangan Pahe

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 22 Januari 2017. TEMPO/Friski Riana

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 22 Januari 2017. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusungnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, termasuk pasangan pahe atau paket hemat.

    BACA JUGA
    Anies: Kami Siapkan Langkah Berikutnya
    Ini Strategi Prabowo untuk Anies-Sandi di Putaran Kedua

    "Dari tiga pasangan kira-kira Anies-Sandi termasuk pasangan PAHE. Setengah mati. Tapi alhamdulillah kami buktikan bahwa nilai-nilai kebajikan, akhlak, rasa kebenaran itu masih ditangkap dan diharapkan rakyat Indonesia," kata Prabowo dalam konferensi pers di aula kantor DPP Partai Gerindra, di Jakarta Selatan, Rabu, 15 Februari 2017.

    Prabowo mengatakan hari pencoblosan ini dinanti-nanti dengan penuh ketegangan. Ia melihat adanya kebangkitan dari gerakan rakyat karena pilkada DKI kali ini menjadi sebuah simbol pertarungan. "Antara yang ingin memperjuangkan keadilan, kebenaran, kejujuran dan yang ingin membuktikan bahwa uang bisa menjajah seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

    Prabowo menuturkan, rakyat Jakarta akan mendapatkan kedamaian, kesejukan dan kemajuan di hari-hari yang akan datang. Menurut dia, hanya keadilan yang bisa memberikan perdamaian dan kesejukan.

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menambahkan, proses demokrasi sejauh ini telah berjalan baik dan tertib. Tahapan pertama pilkada, kata dia, telah usai dan akan menyongsong putaran kedua. Ia berharap tidak ada pihak yang menghancurkan sendi demokrasi ketika mencapai kemenangan. "Hukum tegakkan seadilnya, tidam boleh diintervensi, dan diperalat untuk mencapai kemenangan. Mudah-mudahan kami punya komitmen sama. Kami berkompetisi di pilkada tapi bersaudara dengan rakyat Jakarta," kata Sohibul.

    Di sisi lain, calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bahwa pemungutan suara merupakan amanat yang besar. Karena itu, buat Anies, prosentase perolehan bukan sekedar suara tapi juga kepercayaan. Menurut dia, proses pilkada masih panjang. Sehingga, ia mengharapkan agar prosesnya bisa tuntas secepat mungkin dan menyiapkan langkah selanjutnya.

    BACA: Ahok Unggul di TPS Markas Rizieq, Anies-Sandi Kedua
    "Kami percaya demokrasi di Indonesia, khususnya di Jakarta akan berjalan baik dan insya Allah makin menunjukkan pada dunia bahwa di Indonesia, negeri berkembang, kematangan demokrasi bisa menjadi contoh dunia," ujarnya.

    FRISKI RIANA

    Baca juga:

    Anies-Sandi Klaim di Posisi Teratas Hasil Exit Poll
    Pasangan Ahok-Djarot Menang di TPS Jokowi, Ini Angkanya...
    3 Survei: 2 Unggulkan Agus-Sylvi, 1 Menangkan Ahok-Djarot


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.