Cerita Habibie, Mulai dari Soal Soeharto hingga Prabowo

Presiden RI ketiga BJ Habibie menyampaikan nasihat kepada peserta konvensi Capres Partai Demokrat di acara The Habibie Center uji publik Capres, di Jakarta (26/3). Presiden RI ketiga BJ Habibie berharap partai politik mempertimbangkan usia Calon Presiden yang tampil dan terpilih berusia 40-60 tahun. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Republik Indonesia ketiga, B.J. Habibie, berdiri selama lebih dari dua jam di hadapan peserta Presidential Lecture yang diselenggarakan Bank Indonesia. Tanpa beranjak dari posisinya, ia menceritakan sebagian kisah hidupnya.

Habibie memulainya dengan kisah seputar buku yang ditulisnya sendiri yang berjudul “Detik-Detik yang Menentukan”. Ia mengatakan mendapat banyak masukan mengenai topik yang akan disampaikan di acara tersebut.

Karena terlalu banyak masukan, ia memutuskan menyampaikan dengan caranya sendiri. "Saya putuskan untuk cerita mengenai apa saja yang terjadi pada detik-detik yang menentukan itu," kata dia di Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 13 Februari 2017.

Habibie ingat pernah mengirim surat kepada Presiden Soeharto agar bersedia membaca buku tersebut sebelum diterbitkan. Buku tersebut berisi penjelasan pencopotan Letnan Jenderal Prabowo Soebianto. Soeharto diberikan waktu tiga puluh hari untuk menanggapi tulisan tersebut. "Saya bukan mengancam, lho," kata Habibie disambut tawa peserta.

Cerita Habibie kemudian mengalir kepada kisahnya sejak pertama bertemu Soeharto. Mereka bertemu saat Soeharto berusia 28 tahun. Menurut Habibie, presiden kedua Indonesia itu berwajah tampan dan pendiam. Ceritanya lalu bergulir hingga masa keduanya memimpin Indonesia.

Habibie mengingat saat Soeharto memanggilnya ke Cendana, Menteng. Ia mengingat persis waktunya, 28 Januari 1974 pukul 19.30 WIB. Soeharto kala itu meminta Habibie kembali ke Indonesia setelah belajar di Jerman.

Habibie diminta membangun Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN). Habibie pun setuju dengan satu syarat. "Saya tidak mau dibiayai dengan pinjaman luar negeri. Saya hanya mau dibiayai dari penjualan sumber daya alam," katanya.

Habibie mengatakan perjalanan mengembangkan teknologi pesawat terbang tidak mudah. Namun ia membuktikan kesulitan tersebut bisa ditaklukan. Ia optimistis pemuda Indonesia saat ini bisa lebih baik darinya. "Kalian lebih baik keadaannya, lebih pintar. Jadi saya sangat optimistis dengan masa depan Indonesia," kata dia.

Selain bercerita mengenai perjalanannya dengan Soeharto, Habibie juga mengungkit masa sekolahnya. Ia mengenyam pendidikan di Jerman tanpa beasiswa. Tak jarang ia harus menahan lapar karena uang kiriman ibu dari Indonesia terlambat datang. Ia bersyukur pemuda Indonesia kini banyak mendapat peluang beasiswa.

VINDRY FLORENTIN 






Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

4 hari lalu

Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

Pantai Maju Jakarta di pulau reklamasi Ahok yang diubah Anies, prostitusi yang dilarang di Jakarta , dan kenangan BJ Habibie masuk Top 3 Metro.


Hadiri Acara ICMI, Riza Patria: BJ Habibie Penyatu Pemerintah dan Umat Islam

4 hari lalu

Hadiri Acara ICMI, Riza Patria: BJ Habibie Penyatu Pemerintah dan Umat Islam

Menurut Riza Patria, BJ Habibie berhasil mengubah paradigma umat Islam dan menghilangkan kerenggangan antara pemerintah dan umat Islam


Hasri Ainun Habibie, Perjalanan Sosok Pendamping BJ Habibie

48 hari lalu

Hasri Ainun Habibie, Perjalanan Sosok Pendamping BJ Habibie

Tepat 11 Agustus, di 1937 kelahiran Hasri Ainun Habibie, sosok yang mendukung cemerlangnya Presiden RI ke 3, BJ Habibie, Bapak Dirgantara Indonesia.


21 Tahun Lalu Megawati Soekarnoputri Dilantik sebagai Presiden RI ke-5, Setelah Gus Dur Diberhentikan MPR

23 Juli 2022

21 Tahun Lalu Megawati Soekarnoputri Dilantik sebagai Presiden RI ke-5, Setelah Gus Dur Diberhentikan MPR

Pada 23 Juli 2021, Megawati Soekarnoputri dilantik menjadi Presiden RI ke-5 menggantikan Abdurrahman Wahid, setelah Gus Dur dilengserkan MPR.


28 Tahun Kho Ping Hoo Wafat, Benarkah Ia Guru Silat Seperti dalam Karyanya?

22 Juli 2022

28 Tahun Kho Ping Hoo Wafat, Benarkah Ia Guru Silat Seperti dalam Karyanya?

Pada 22 Juli 1994, maestro cerita silat Indonesia, Kho Ping Hoo, meninggal. Banyak orang menduga, ia guri silat seperti cerita-ceritanya.


Berkunjung ke Kota Parepare Kampung Halaman BJ Habibie, Menyaksikan Monumen Cinta Sejati Ainun Habibie

26 Juni 2022

Berkunjung ke Kota Parepare Kampung Halaman BJ Habibie, Menyaksikan Monumen Cinta Sejati Ainun Habibie

Kota kelahiran BJ Habibie, Kota Parepare, memiliki sejarah panjang yang menarik. Termasuk berdirinya Monumen Cinta Sejati Ainun Habibie.


Spanduk Berisi Foto Anies Baswedan Bersama Semua Presiden RI Diturunkan

19 Juni 2022

Spanduk Berisi Foto Anies Baswedan Bersama Semua Presiden RI Diturunkan

Satpol PP Jakarta Timur menurunkan sebuah spanduk berisi foto Gubernur DKI Anies Baswedan bersama seluruh Presiden Republik Indonesia.


23 Tahun Lalu Pemilu Pertama Era Reformasi Digelar, ini 5 Besar Partai Peserta

7 Juni 2022

23 Tahun Lalu Pemilu Pertama Era Reformasi Digelar, ini 5 Besar Partai Peserta

Hari ini, 7 Juni 1999, Pemerintah menggelar Pemilu pertama digelar di era Reformasi. PDIP memenanginya, begini urutan 5 besarnya.


BJ Habibie Sepeninggal Ainun Menderita Gangguan Psikosomatik, Apakah itu?

25 Mei 2022

BJ Habibie Sepeninggal Ainun Menderita Gangguan Psikosomatik, Apakah itu?

Gangguan psikosomatik merupakan gangguan yang melibatkan tubuh dan pikiran. BJ Habibie mengaku mengalaminya setelah Ainun wafat.


BJ Habibie: Jika Tak Bisa Dimakamkan di Samping Ainun, Ditumpuk Pun Tak Apa

23 Mei 2022

BJ Habibie: Jika Tak Bisa Dimakamkan di Samping Ainun, Ditumpuk Pun Tak Apa

Hasri Ainun Habibie wafat 22 Mei 2010. Dan, 9 tahun berselang BJ Habibie mangkat. Sesuai permintaannya, BJ Habibie dimakamkan di sebelah Ainun Habibie