Selasa, 20 Februari 2018

Sidang Ahok, Ahli Forensik Mabes Polri: Video Pidato Ahok Asli

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 7 Februari 2017 14:27 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sidang Ahok, Ahli Forensik Mabes Polri: Video Pidato Ahok Asli

    Terdakwa dugaan kasus penistaan agama yang juga Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjalani sidang ke-9 yang beragenda mendengarkan keterangan saksi, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 7 Februari 2017. Foto: Grandyos Zafna/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Subbidang Komputer Forensik Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Kepolisian RI Ajun Komisaris Besar Muhammad Nuh Al-Azhar mengatakan video pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 dapat dipertanggungjawabkan keaslian.

    Nuh menyampaikan hal itu saat hadir sebagai saksi ahli dalam sidang lanjutan penistaan agama dengan terdakwa Ahok.

    "Tidak ditemukan penambahan atau pembuangan frame. Artinya, momen yang ada di sana benar adanya," ucap Nuh saat memberikan keterangan dalam sidang kesembilan kasus Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2017.

    Baca: Jadi Saksi, Nelayan Ini Kecewa Ahok Singgung Surat Al-Maidah

    Nuh menjelaskan, ada empat video Ahok yang dianalisis Puslabfor Mabes Polri. "Pertama dari Dinas Komunikasi dan Informatika DKI Jakarta, kedua dari saksi pelapor Novel Chaidir Hasan, ketiga dari saksi pelapor Muhammad Burhanuddin, dan keempat juga dari saksi pelapor Habib Muchsin Alatas," ujarnya.

    Nuh menuturkan hasil analisis video itu kemudian dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP), baik untuk Puslabfor Mabes Polri maupun penyidikan. "Artinya, hasil analisis itu tidak hanya secara ilmiah, tapi juga dengan pertanggungjawaban secara hukum," ucap Nuh.

    Dalam kasus ini, Ahok dikenai dakwaan alternatif Pasal 156a dengan ancaman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

    Baca: Sidang Ahok, Nelayan Kepulauan Seribu Ingin Ahok Minta Maaf 

    Nuh merupakan saksi tambahan dari pihak jaksa penuntut umum. Dia sebelumnya juga menjadi saksi dalam sidang kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumolo Wongso.

    Pegawai Bagian Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, mengaku baru mengetahui ada tambahan saksi ahli Nuh yang dihadirkan jaksa penuntut umum pagi tadi.

    Sebelumnya, jaksa menjadwalkan pemanggilan tiga saksi pada sidang kesembilan dengan terdakwa Ahok. Mereka adalah dua nelayan dari Kepulauan Seribu, Jaenudin alias Panel dan Sahbudin alias Deni, serta anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Hamdan Rasyid.

    ANTARA | DEVY ERNIS | LARISSA HUDA

    Baca juga:
    Panitia Mahasiswa Jambore Akui Datang ke Rumah SBY, tapi...
    Dibenarkan, Rizieq-Firza Husein Bertemu di Megamendung  



     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2018, Ada 8 Provinsi Rawan Politik Identitas

    Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum, Rahmat Bagja, mengatakan ada 8 provinsi penyelenggara Pilkada 2018 yang dianggap rawan politik identitas.