10 Korban Mapala UII Dirawat di JIH, Salah Satunya Perempuan  

Reporter

Foto Kegiatan Diksar Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) yang menewaskan tiga anggotanya. Tiga mahasiswa UII, Muhammad Fadli, 19 tahun, Ilham Nurfadmi Listia (20), dan Syaits Asyam (19), tewas setelah mengikuti Pendidikan Dasar Mahasiswa Pecinta Alam Unisi bertajuk "The Great Camping XXXVII." Instagram.com

TEMPO.CO, Yogyakarta - Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) membentuk tim khusus menangani pasien korban diduga akibat kekerasan dan penganiayaan saat mengikuti pendidikan dasar The Great Camping XXXVII Mapala Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Dari 10 mahasiswa UII yang dirawat, salah satunya perempuan. 

Tim tersebut dibentuk sebagai konsekuensi dari bertambahnya jumlah koran yang dirujuk ke JIH. Sebelumnya, pada 21 Januari 2017, korban yang dirawat hanya satu orang. Kemudian bertambah menjadi 5 orang dan hingga sekarang berjumlah 10 pasien.

Baca: Dugaan Penganiayaan Mahasisawa UII, Rektor Sebut Nama Ini

JIH juga ditunjuk UII menjadi rumah sakit untuk memeriksa kondisi kesehatan seluruh peserta Mapala UII di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah itu. "Ketuanya dokter spesialis penyakit dalam, yaitu dokter Rouf (Mochammad Khalimur Rouf),” kata Kepala Bagian Humas JIH Indra Lestari saat ditemui Tempo di JIH, Rabu, 25 Januari 2017.

Berdasarkan keterangan pers dari Direktur Utama Rumah Sakit JIH Mulyo Hartana, 10 orang pasien dalam kondisi stabil. Pemeriksaan kedua yang dilakukan pada 24 Januari 2017 meliputi darah, urine, pemeriksaan radiologi USG, CT-Scan dan rontgen thorax.

Baca: Kasus Mapala UII, Korban Sebut Nama Senior Sebelum Wafat

Tujuannya, memastikan kondisi organ dalam pasien dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah. “Hasilnya, mayoritas pasien mengalami luka lecet luar tubuh. Ada juga yang terinveksi, nafsu makan turun, diare, infeksi saluran napas, dan pandangan kabur,” kata Mulyo.

Pemeriksaan berikutnya pada 25 Januari 2017 berupa pemeriksaan CT-Scan, MRI kepada beberapa pasien sesuai dengan indikasi medis, juga ada beberapa hasil pemeriksaan penunjang yang masih ditunggu hasilnya. “Secara umum, kondisi 10 pasien membaik, stabil, sudah mulai makan minum dengan baik,” ucap Mulyo.

Baca: 3 Mahasiswa UII Tewas, Panitia Diklat Dilarang Keluar Kota

Adapun tim dokter terdiri dari spesialis penyakit dalam, bedah, kulit, ortopedi, mata, dan syaraf, serta dibantu beberapa spesialis penunjang klinik, seperti radiologi, patologi klinik, dan dilengkapi dengan psikolog klinis. Tim itu akan menentukan tindak lanjut perawatan sehingga diharapkan dapat pulih pekan ini.

Anggota UII Crisis Center Karina Mutia Dewi menjelaskan, dari 10 orang pasien yang dirawat, salah satu di antaranya pasien perempuan. UII Crisis Center telah menghubungi orang tua pasien tersebut, termasuk mahasiswa itu. Namun Crisis Center tak bersedia menyebut nama dan dari fakultas apa mahasiswa itu.

"Orang tua pasien ada yang sudah tiba tadi pagi (25 Januari 2017). Lainnya ada yang tidak datang dan mempercayakan pada UII setelah mengetahui kondisi anaknya stabil,” kata Karina.

PITO 

Baca juga:
Soal Logo Palu Arit, Fadli Zon Sependapat dengan Rizieq
Setelah Antasari Bebas Bersyarat, Jokowi Berikan Grasi






Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

2 hari lalu

Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

Dua orang wartawan diduga dianiaya dan disekap oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Karawang


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

2 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

7 hari lalu

Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI

Royal Kencana Mansion dilengkapi dengan berbagai spot destinasi alam yang menakjubkan seperti danau, padang pasir, bunga ilalang, dan taman bunga.


Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

9 hari lalu

Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

Aldi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua wartawan oleh pejabat Kabupaten Karawang


Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

13 hari lalu

Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

Tersangka penganiayaan, yang masih berusia 17 tahun, berdalih sedang mencari pekerjaan ke Jakarta namun kehabisan uang sehingga tak bisa bayar taksi.


Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

14 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

Kapolsek Cengkareng menduga pria tersebut sudah meninggal sejak sehari yang lalu karena kondisi mayat pria itu sudah mengalami pembengkakan.


Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

14 hari lalu

Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

Remaja tersebut tidak mengambil uang atau barang dari sopir taksi online yang ia lukai. Mengaku ingin mencari kerja tapi kehabisan uang.


Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

15 hari lalu

Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

Polres Ponorogo menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang mengakibatkan salah satu santri tewas


Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

15 hari lalu

Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

Tawuran maut antar kelompok pelajar di Kota Depok kembali terjadi, akibatnya seorang pelajar berinisial AZS (20) meninggal dunia terkena sabetan celurit.


Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

15 hari lalu

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

Seorang suami aniaya istrinya hingga tewas di rumahnya, setelah itu ia menyerahkan diri ke Polsek Ciledug Tangerang.