Dampak Proyek Nasional, Akan Ada Ganjil-Genap di Karawang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dikelilingi para pegawai yang ingin bersalaman usai apel besar PNS Provinsi Jawa Barat pada HUT Provinsi Jawa Barat ke 71 di Gasibu, Bandung, 19 Agustus 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dikelilingi para pegawai yang ingin bersalaman usai apel besar PNS Provinsi Jawa Barat pada HUT Provinsi Jawa Barat ke 71 di Gasibu, Bandung, 19 Agustus 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Karawang - Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana menyatakan akan menerapkan aturan ganjil-genap di dekat kawasan industri di Karawang. Terutama di jalur keluar tol Karawang Barat dan Timur. "Sedang kami kaji, karena kemacetan sudah semakin parah," ujar Cellica kepada Tempo, Rabu, 25 Januari 2017.

    Ia juga mengaku sering terjebak macet. Terutama pada pagi dan sore hari. "Bahkan untuk keluar Karawang bisa macet sampai tiga jam," kata Cellica. Menurut dia, kemacetan paling parah terjadi di jalan interchange Karawang Barat. Di dekat gerbang tol itu, terdapat jalur menuju kawasan industri. "Sehingga banyak kendaraan besar yang mengangkut barang keluar masuk di jalur itu," kata dia.

    Baca juga:

    Cara Karawang Damaikan GMBI dan FPI: Pertandingan Sepak Bola
    3 Titik Tanggul di Indramayu Kritis, Ribuan Rumah Terancam

    Kemacetan itu, kata Cellica diprediksi akan semakin parah jika dua proyek nasional rampung dibangun di Karawang. Selain stasiun kereta cepat, satu bandara bertaraf internasional dipastikan akan dibangun di Karawang. Hal itu diperkuat dengan turunnya peraturan presiden nomor 3 tahun 2016.

    Pepres itu menyatakan, pemerintah akan membangun 4 bandara baru. Dua di antaranya akan dibangun di Jawa Barat. Selain bandara Kertajati di Majalengka, bandara baru juga akan dibangun di Karawang. Menurut Cellica, Lokasi bandara juga relatif dekat dengan jalur tol Karawang Barat yang dikenal sering macet. Cellica menyatakan, menghadapi dua proyek nasional itu, fasilitas infrastruktur harus disiapkan.

    "Infrastruktur pendukung bandara dan stasiun kereta cepat sempat jadi perdebatan. Kami meminta pusat, supaya proses percepatan pembangunan infrastruktur. ," ungkap Cellica.

    Cellica mengatakan, Karawang memerlukan jalur tol khusus dari kawasan industri menuju langsung ke Jakarta. "Mengadopsi konsep jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Supaya kendaraan besar dari kawasan industri langsung menuju Jakarta tanpa masuk ke wilayah Karawang," kata dia. "Saya pikir perlu dibangun KORR (Karawang Outer Ring Road)," kata dia.

    Solusi lain yang disiapkan Cellica yaitu aturan pembatasan kendaraan pribadi bagi pihak yang berkepentingan di kawasan industri. "Sedang dikaji aturan supaya para pekerja dari Jakarta masuk diangkut oleh bus yang bisa muat banyak orang," tururnya.

    HISYAM LUTHFIANA

    Simak:
    Kasus Suap Emirsyah, KPK Mulai Periksa Saksi Pekan Depan  
    Istana Benarkan Jokowi Telah Kabulkan Grasi Antasari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.