Menteri Ryamizard: Tunggu Hasil Penyelidikan Penyebab Jatuhnya Hercules

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menaiki kabin helikopter SAR tempur EC-725 Super Cougar pesanan Kementerian Pertahanan di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 25 November 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menaiki kabin helikopter SAR tempur EC-725 Super Cougar pesanan Kementerian Pertahanan di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 25 November 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Padang - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu belum mau berkomentar terkait dengan jatuhnya pesawat angkut TNI jenis Hercules C130 A-1334 di pegunungan Wamena, Papua. Sebab, Ryamizard masih menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan.

    "Kami masih menunggu hasil penyelidikan, ya," ujar Ryamizard setelah menjadi inspektur upacara bela negara di Lapangan Hijau Imam Bonjol, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin, 19 Desember 2016.

    Ryamizard juga memastikan belum ada penambahan alutsista yang baru. Menurut Ryamizard, saat ini cukup memanfaatkan alutsista yang ada.

    BacaHercules Jatuh Saat Jalani Latihan Navigasi Jarak Jauh

    Pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Bandara Wamena, Papua, sedang dalam melaksanakan misi latihan peningkatan kemampuan penerbangan dari kopilot menjadi pilot.

    Pesawat itu diketahui membawa bantuan logistik pemerintah Papua berupa semen. Pesawat tersebut dipiloti Mayor Penerbang Marlon A. Kawer dengan kopilot Kapten Penerbang J. Hotlan F. Saragih dan navigator Letnan Satu Arif Fajar Prayogi.

    SimakKodam Cendrawasih Terjunkan Personel Evakuasi Kru Hercules

    Adapun awak lain adalah Lettu Hanggo Fitradhi, Peltu Lukman Hakim, Peltu Suyata, Peltu Kusen, Serma Khudori, Peltu Agung Tri, Pelda Agung S., Serma Fatoni, dan Serda Suyanto. Selain itu, terdapat seorang penumpang dinas bernama Kapten Rino dari satuan radar 242 yang berbasis di Biak. Dari laporan sementara, belum ada korban penumpang sipil.

    ANDRI EL FARUQI 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.