Jabar Pamerkan Batik dan Kopi di Musiad Expo Turki

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kopi Gunung Puntang, sudah diakui kualitasnya di skala internasional.

    Kopi Gunung Puntang, sudah diakui kualitasnya di skala internasional.

    INFO JABAR - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat mengikuti Musiad Expo ke-16 Turki dengan memperkenalkan produk kerajinan dan kopi. MUSIAD adalah Asosiasi Industrialis dan Pengusaha Independen di Turki (Mütakil Sanayici ve Adamlar Dernei) dan Expo ini dibuka langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

    “Agar ada sensasi experience, kita menghadirkan langsung seorang perajin batik, Bu Dodah, untuk mengajak dan mengajarkan para pengunjung membatik,” kata Ketua Dekranasda Jawa Barat Netty Heryawan, Kamis, 10 November 2016, saat dihubungi via telepon oleh Humas Jawa Barat.

    Kegemaran masyarakat Turki akan kopi, kata Netty, juga bisa menjadi peluang bagi masuknya kopi asal Jawa Barat.

    “Ketika produk kopi asal Jawa Barat dipamerkan dan disediakan testernya, ternyata mereka mengakui bahwa kopi Jawa Barat merupakan kopi yang enak dan aromanya harum. Berbeda dengan kopi yang lain,” katanya.

    Menurut Netty, tentu ini sebuah peluang yang harus ditindaklanjuti, terutama karena komoditas Jawa Barat, seperti kopi Gunung Puntang, sudah diakui kualitasnya pada skala internasional.

    Pada expo itu, stan Dekranasda juga memamerkan aneka kerajinan khas Jawa Barat, seperti tas, kelom geulis, dan payung Tasikmalaya. Kekhasan kerajinan dan komoditas Jawa Barat inilah yang membuat beberapa pengusaha Turki tertarik melakukan penjajakan kerja sama.

    Musiad Expo 2016 ini akan berlangsung pada 9 hingga 12 November 2016. Pameran ini diikuti oleh lebih dari 25 menteri dari negara-negara di dunia, 5.000 pengusaha dari 65 negara, 150 ribu pengunjung, dan 550 peserta pameran dari Turki dan dunia.

    Erdogan menyatakan, pertumbuhan ekonomi Turki saat ini rata-rata 4 persen. “Pemerintahan Turki sekarang menaruh fokus pada Afrika dan Asia karena bagi Turki, kedua benua ini sangat penting,” katanya dalam sambutannya saat membuka event itu. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.