Mantan Laskar Jihad Ambon Serahkan Senjata Api kepada Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aparat TNI dan Polri berusaha menghalau warga yang kembali terlibat konflik di Ambon, Maluku, Selasa subuh (15/5). Konflik yang kembali terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional Pattimura ke-195 mengakibatkan belasan sepeda motor terbakar dan 50 orang luka-luka. ANTARA/Jimmy Ayal

    Aparat TNI dan Polri berusaha menghalau warga yang kembali terlibat konflik di Ambon, Maluku, Selasa subuh (15/5). Konflik yang kembali terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional Pattimura ke-195 mengakibatkan belasan sepeda motor terbakar dan 50 orang luka-luka. ANTARA/Jimmy Ayal

    TEMPO.CO, Ambon - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Ambon Ajun Komisaris Besar Harold W. Huwae menerima penyerahan sejumlah senjata api jenis rakitan dari mantan Panglima Laskar Jihad Wilayah Maluku La Jumu Tuani di halaman Polres Ambon, Senin, 31 Oktober 2016.

    Senjata yang diserahkan secara sukarela itu terdiri atas 1 pucuk laras panjang, 3 pucuk laras pendek, 2 mortir, dan ratusan peluru.

    Baca juga: BNPT Kaji Program Khusus untuk Keluarga Pelaku Terorisme

    Dalam sambutannya, Harold mengatakan pihaknya sangat mengharapkan kesediaan masyarakat mengembalikan senjata api kepada pihak berwajib guna menjaga keamanan dan situasi damai di Kota Ambon.

    "Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyerahkan senjata. Semoga, setelah ini, akan ada penyerahan senjata lanjutan," ucapnya.

    Simak pula: Pemerintah Beri Mesin Jahit ke Keluarga Terduga Teroris Poso

    Pada kesempatan itu, mantan Panglima Laskar Jihad La Jumu Tuani, 44 tahun, menuturkan senjata yang diserahkan merupakan hasil pengumpulan yang ia lakukan dengan cara persuasif terhadap mantan tokoh-tokoh Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Maluku.

    "Saya berhasil mendekati para mantan tokoh ISIS. Alhamdulillah, mereka secara sadar menyerahkan senjata. Saya merasa memiliki beban moral jika tidak diserahkan ke Polres," ujarnya.

    La Jumu menambahkan, rupanya sudah sejak lama gembong teroris mengincar Maluku, yang merupakan daerah bekas konflik, sehingga mereka dengan mudah mendapatkan senjata untuk melakukan aksi radikalisme di Indonesia.

    RERE KHAIRIYAH

    Baca juga:
    Pengusaha Ini Bayarkan Cicilan Mobil dan Apartemen Sanusi
    Unjuk Rasa 4 November, Banser Manado Berangkat ke Jakarta
    Jokowi: Hati-hati Pesan Provokasi 4 November di Medsos

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.