Roy Suryo: Pemecatan Ruhut Sitompul Tunggu Momen Tepat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8). Setelah dinonaktifkan dari jubir partai, Ruhut ditugaskan menjadi Koordinator bidang Polhukam, sementara Koordinator juru bicara dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Komisi III DPR fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan keterangan terkait penonaktifan dirinya dari jabatan koordinator juru bicara Partai Demokrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8). Setelah dinonaktifkan dari jubir partai, Ruhut ditugaskan menjadi Koordinator bidang Polhukam, sementara Koordinator juru bicara dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan pemecatan Ruhut Sitompul dari keanggotaan partai tersebut tinggal menunggu saat yang tepat. Menurut dia, Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono pasti akan mengikuti rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

    "Pak Ketum kan arif dan bijaksana. Tinggal menunggu momen yang pas," ucapnya saat dihubungi, Jumat, 28 Oktober 2016.

    Roy berujar, baik Komisi Pengawas maupun Dewan Kehormatan Demokrat sama-sama merekomendasikan pemecatan Ruhut. Sebabnya, SBY diyakini akan menandatangani surat keputusannya.

    Sidang Dewan Kehormatan Demokrat pada 24 Oktober 2016 telah memutuskan merekomendasikan pemecatan Ruhut.

    Wakil Ketua Dewan Kehormatan Deny Kailimang menuturkan Ruhut dianggap melanggar kode etik yang ada di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai serta pakta integritas.

    Salah satu penyebabnya adalah sikap Ruhut yang memilih mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. Menurut dia, hal ini bertentangan dengan kebijakan-kebijakan partai.

    Deny mengatakan pihaknya telah menyerahkan surat pemecatan Ruhut kepada DPP Partai Demokrat. Pimpinan partai tinggal mengeksekusi saja.

    Saat dimintai keterangan, Ruhut mengaku belum mendapat konfirmasi soal pemecatannya. Menurut dia, selama belum ada surat, dia masih kader Demokrat. "Ada enggak suratnya? Enggak ada, kan?" ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

    Anggota Komisi Hukum DPR ini menuding pihak-pihak yang menyatakan dia sudah dipecat dari Demokrat sedang mencari ketenaran lewat media. "Itu cari beken, biar masuk media," tuturnya

    AHMAD FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.