Gubernur: Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Sulawesi Tengah dan Wakil Gubernur Selawesi Tengah terpilih Longki Djanggola dan Sudarto saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/6). Tempo/ Aditia Noviansyah

    Calon Gubernur Sulawesi Tengah dan Wakil Gubernur Selawesi Tengah terpilih Longki Djanggola dan Sudarto saat tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/6). Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.COPalu - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan Wakil Gubernur Sudarto meninggal secara mendadak pada Sabtu sore, 1 Oktober 2016.

    "Tadi masuk rumah sakit sekitar pukul 3 sore. Saya juga langsung ke sana. Saya tanya sama dokter bagaimana kondisinya. Dokter bilang, sudah tidak bisa lagi," kata Longki di sela melayat di rumah duka, Jalan A. Yani, Kota Palu, Sabtu sore ini.

    Menurut Longki, dia masih sempat mendampingi Sudarto saat detik-detik terakhir ajal menjemputnya.

    Longki mengatakan pendampingnya selama dua periode kepemimpinannya itu meninggal karena serangan jantung. "Kemungkinan besar jantung karena tiba-tiba saja terjadi," ucapnya.

    Menurut Longki, sebelum meninggal, Sudarto masih sempat membuka kegiatan Pramuka di halaman RRI Kota Palu.

    Saat ini jenazah Sudarto disemayamkan di rumah dinas di Jalan A. Yani setelah dilarikan ke Rumah Sakit Budi Agung. Kabar meninggalnya Sudarto tersiar ke publik sekitar pukul 16.30 Wita.

    Sudarto selama ini dikenal baik dan bersahaja. Ia pernah menjabat Bupati Banggai dua periode berturut-turut, setelah itu berkompetisi menjadi wakil gubernur, berpasangan dengan Longki Djanggola, pada periode 2011-2016.

    Sudarto, di akhir masa jabatannya pada periode pertama, kembali mendampingi Longki pada pilkada serentak 2015 dan terpilih kembali untuk periode 2016-2021.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.