Peluang Adik Yusril Menang di Pilkada Babel Dinilai Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra  (kanan) menyalami adiknya yang juga Dubes Indonesia untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia Yusron Ihza Mahendra (kiri) seusai acara pelantikan 14 dubes baru yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/12). ANTARA/Andika Wahyu

    Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra (kanan) menyalami adiknya yang juga Dubes Indonesia untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia Yusron Ihza Mahendra (kiri) seusai acara pelantikan 14 dubes baru yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/12). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Pangkalpinang - Adik kandung pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra, Yusron Ihza Mahendra, kembali mencalonkan diri dalam Pilkada Kepulauan Bangka Belitung 2016.

    Yusron pernah kalah pada Pilkada Bangka Belitung 2012. Adapun kakak Yusril, Yuslih Ihza Mahendra, terpilih menjadi Bupati Belitung Timur mengalahkan adik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Basuri Tjahaja Purnama.

    Yusron yang diusung Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Bulan Bintang itu akan berpasangan dengan Yusroni Yazid, orang yang sama ketika dia maju di pilkada 2012.

    Pengamat politik dari Universitas Bangka Belitung Ibrahim mengatakan kemunculan pasangan Yusron-Yusroni merupakan kejutan menjelang dibukanya pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung.

    Sebab, kata Ibrahim, pasangan Yusron-Yusroni sempat timbul tenggelam dengan koalisi yang dia nilai rapuh karena masing-masing melakukan penjajakan awal dengan cara yang berbeda. "Munculnya pasangan ini pada dasarnya sangat terkondisi oleh peta partai politik yang relatif tidak stabil sejak awal," ujar Ibrahim kepada Tempo, Rabu, 21 September 2016.

    Menurut Ibrahim setelah kalah pada Pilkada 2012,  ada semacam optimisme baru dari Yusron-Yusroni untuk dapat memenangkan pertarungan karena pasangan inkumben sedang  terpecah. "Estimasi suara inkumben mungkin tidak akan sekuat pilkada sebelumnya."

    Situasi ini juga diperkuat oleh hitung-hitungan politis berkenaan dengan suara yang berhasil dikumpulkan oleh kandidat ini pada pertarungan sebelumnya.

    "Sederhananya kira-kira begini, dulu saja nyaris menang, apalagi dengan posisi sekarang. Optimisme ini nampaknya dipantau melalui perkembangan politik yang relatif diwarnai dengan berbagai fluktuasi kondisi sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Bangka Belitung," ujar dia.

    Majunya Yusron, kata Ibrahim, semakin mengukuhkan tiga hal. Pertama, ada semangat untuk tetap menempatkan figur Yusron yang sudah menasional untuk menjadi kepala daerah. Kedua adalah keinginan untuk mendapatkan gubernur asal Belitung karena belum pernah memenangkan konstestasi. "Yang ketiga, ada kerinduan untuk melihat keluarga Ihza Mahendra dalam percaturan politik lokal," ujarnya.

    Menurut Ibrahim kepercayaan diri Yusron ditopang oleh kemenangan Yuslih di  Belitung Timur. Sebagai figur kandidat yang selama ini belum berkiprah di tingkat lokal, Yusron dinilai masih membutuhkan kerja keras. "Untuk meyakinkan publik bahwa beliau adalah figur yang layak untuk memimpin Bangka Belitung untuk lima tahun ke depan," ujar dia.

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe