Ini Nama 11 Anak Buah Santoso yang Masih Buron di Poso  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basri alias Bagong. istimewa

    Basri alias Bagong. istimewa

    TEMPO.CO, Poso - Satuan Tugas Tinombala kembali menembak mati mantan anak buah Santoso dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah, Senin, 19 September 2016. Ia adalah Adji Pandu Suwotomo alias Subron.

    Setelah kematian Subron, kini kekuatan MIT di Poso sudah sangat berkurang. “Mereka tersisa 11 orang dan masih bersembunyi di hutan Poso,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto kepada Tempo, Senin, 19 September 2016.

    Subron mengalami luka tembak di bagian kepala. Ciri-cirinya berambut panjang sebahu, berkulit putih, tinggi sekitar 164 sentimeter, mengenakan kaos berwarna kuning berlapis pakaian loreng.

    Satgas Tinombala juga menemukan sejumlah barang bukti dari korban, berupa 4 bom lontong, 5 detonator, 2 golok, 1 buah tas ransel yang terbuat dari karung, dan gunting.

    Penembakan Subron ini adalah rangkaian dari operasi Satgas Tinombala yang sebelumnya berhasil menewaskan Santoso. Satgas juga menangkap tangan kanannya yang bernama Basri alias Bagong. Sedangkan anggota kelompok lainnya yang berada di hutan masih dinyatakan buron.

    Berikut ini nama-nama pengikut Santoso yang masih buron itu.
    1. Ali Ahmad alias Ali Kalora (Poso)
    2. Firdaus alias Daus alias Barok alias Rangga (Bima)
    3. Askar alias Jaid alias Pak Guru (Bima)
    4.Qatar alias Farel (Bima)
    5. Suharyono alias Yono Sayur (Poso)
    6. Mohammad Faisal alias Namnung alias Kobar (Poso)
    7. Nae alias Galuh (Bima)
    8. Basir alias Romzi (Bima)
    9. Abu Alim (Bima)
    10. Kholid (Bima)
    11. Tini Susanti alias Umi Fadel (istri Ali Kalora/Poso)

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.