Besok, PDI Perjuangan Tetapkan Kandidat di Pilkada DKI 2017

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat menerima Roti Buaya dari Relawan Ahok-Djarot di Balaikota DKI Jakarta, 29 Agustus 2016. TEMPO/Subekti

    Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat menerima Roti Buaya dari Relawan Ahok-Djarot di Balaikota DKI Jakarta, 29 Agustus 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan rencana partainya yang akan mengadakan rapat terkait pemilihan kepala daerah DKI 2017.

    "Besok (Selasa) akan dibicarakan tentang penetapan kandidat sekaligus pendaftaran ke KPU," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin, 19 September 2016.

    Djarot mengatakan Jakarta menjadi salah satu kawasan skala prioritas bagi PDIP di tingkat pusat. Karena itu partai berlambang kepala banteng itu akan mengadakan rapat khusus pada Selasa, 20 September 2016, untuk memutuskan apakah akan mengusung pasangan Ahok-Djarot atau lainnya. Ahok-Djarot merupakan pasangan Gubernur DKI dan Wakil Gubernur DKI saat ini.

    Djarot menuturkan, untuk daerah lain yang sama-sama melaksanakan pilkada, PDIP telah memutuskan agar pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum dilakukan pada 21 September 2016, pukul 1 siang usai shalat dzuhur. "Tapi untuk provinsi khususnya di Jakarta belum putuskan apakah harus tanggal 21 atau 22. Tapi yang jelas sebelum 23," ujarnya.

    KPU membuka pendaftaran pasangan calon gubernur melalui jalur partai politik pada Rabu hingga Jumat, 21-23 September 2016. Hingga kini, belum ada satupun pasangan calon Gubernur DKI yang sudah tetap akan mendaftar.

    Beberapa partai hanya baru mengumumkan calon gubernur yang diusung. Misalnya saja Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama yang diusung oleh Partai NasDem, Golkar dan Hanura. Juga Sandiaga Uno yang diusung oleh Partai Gerindra.

    Belum jelas siapa sosok wakil gubernur yang akan mendampingi keduanya. Djarot sendiri kerap disebut-sebut akan tetap mendampingi Ahok memimpin kembali Jakarta di periode berikutnya.

    Namun belum ada pernyataan tegas dari Ahok maupun PDIP yang menaungi Djarot. Adapun sejumlah nama juga telah disandingkan dengan pengusaha muda, Sandiaga. Nama-nama tersebut mulai dari kalangan birokrat seperti Sekretaris Daerah DKI Saefullah hingga politikus Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.