Ditanya Soal Kewarganegaraan, Menteri Arcandra Sebut Muka Padang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM baru  Arcandra Tahar bersama Menteri ESDM lama Sudirman Said saat acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian  ESDM, Jakarta, 27 Juli 2016. TEMPO/Subekti

    Menteri ESDM baru Arcandra Tahar bersama Menteri ESDM lama Sudirman Said saat acara serah terima jabatan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, 27 Juli 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar enggan mengomentari status kewarganegaraannya. Setelah mendatangi Istana Merdeka, Arcandra mengatakan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo sekadar bersilaturahmi.

    Saat ditanya soal status kewarganegaraannya, Arcandra menjawab bahwa ia berasal dari Padang, Sumatera Barat. "Lihat muka saya. Orang Padang kok," katanya di Jakarta, Sabtu, 13 Agustus 2016.

    Sebelumnya, tersebar informasi lewat media sosial bahwa Arcandra telah berpindah menjadi warga negara Amerika Serikat. Proses naturalisasi Arcandra disebut-sebut terjadi pada 2012.

    Proses ini memang terjadi saat seseorang resmi bersumpah kemudian memperoleh green card. Sebulan sebelumnya, Arcandra mengurus paspor Republik Indonesia kepada Konsulat Jenderal RI Houston untuk berlaku selama lima tahun.

    Staf Khusus Menteri ESDM Yuni Rusdinar tidak berkomentar ihwal rumor tersebut. Yuni meminta Tempo bersabar menunggu penjelasan dari Menteri Arcandra sendiri. 

    "Pada waktunya akan ada penjelasan dari yang berkepentingan. Saya membatasi info agar tidak menimbulkan polemik dan spekulasi lebih jauh," ujar Yuni melalui pesan pendek.

    Jika rumor ini benar, berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, status Arcandra sebagai WNI gugur. Sebab, Indonesia tidak mengakui sistem dua kewarganegaraan.

    Arcandra baru dilantik pada 27 Juli 2016. Dia adalah pengganti menteri sebelumnya, Sudirman Said. Arcandra lama bergulat di dunia migas, khususnya dalam hal pengembangan teknologi lepas pantai. Terakhir, dia menjabat Presiden Petroneering, perusahaan rekayasa dan teknologi yang fokus pada pengembangan kilang lepas pantai, sejak 2013.

    Sejak pertama kali dilantik, dia selalu menghindari pertanyaan awak media. Bahkan, saat konferensi pers pekan lalu, dia menolak menjawab pertanyaan detail terkait dengan kebijakan sektor energi. "Saya baru dua minggu di sini," ujar Arcandra, Rabu lalu.

    ADITYA BUDIMAN | ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.