Rabu, 14 November 2018

Kronologi Penyergapan Kelompok Santoso di Poso  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah, bersama anak buahnya, Ibadurohman alias Ibad. Foto: Istimewa

    Pemimpin kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah, bersama anak buahnya, Ibadurohman alias Ibad. Foto: Istimewa

    TEMPO.COPoso – Satuan Tugas Tinombala, satuan tugas gabungan TNI dan polisi di Poso, Sulawesi Tengah, disebut berhasil menewaskan seorang pria yang mirip dengan Santoso alias Abu Wardah, Senin, 18 Juli 2016. Santoso adalah buronan teroris yang sudah lama dikejar aparat keamanan.

    Penembakan pria yang diduga Santoso terjadi dalam baku tembak sore tadi. Selain pria itu, dikabarkan seorang perempuan dari kelompok Santoso juga tewas tertembak. Sepucuk senjata laras panjang jenis M16 ditemukan dalam baku tembak tersebut.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kontak senjata terjadi sekitar pukul 17.00 Wita di pegunungan Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
     
    Berikut ini kronologi penyergapan dari sumber Tempo di Satgas Tinombala.

    Pukul 16.00-16.30 Wita - Patroli melihat gubuk dan mengikuti jejak dari barat. Di gubuk kedua, terlihat seseorang mengambil sayur dan ubi untuk menutupi jejak. Tim patroli melihat jejak ke sungai menuju arah utara, terlihat tiga orang di seberang sungai dan langsung menghilang. 

    Pukul 17.00 Wita - Tim patroli melakukan kontak senjata sekitar 30 menit dengan lima orang di pihak lawan. Dua orang tewas: satu pria berambut panjang, berjenggot, dan bertahi lalat. Satu lainnya perempuan. Tiga orang melarikan diri.

    Pukul 18.30 Wita - Tim patroli melaporkan adanya kontak senjata.

    Pukul 19.00 Wita - Dilakukan evakuasi.

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?