'Leak Sanur' Demonstrasi Menolak Reklamasi Teluk Benoa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan ribu massa tolak reklamasi Teluk Benoa melakukan longmarch menuju Pantai Segara Agung, Denpasar, 17 Juli 2016.

    Puluhan ribu massa tolak reklamasi Teluk Benoa melakukan longmarch menuju Pantai Segara Agung, Denpasar, 17 Juli 2016.

    TEMPO.CO, Denpasar - Puluhan ribu masyarakat Bali memenuhi catus pata (persimpangan) jalan raya kawasan Sanur menuju Pantai Segara. Aksi demonstrasi ini sekaligus mendeklarasikan tiga desa adat, yaitu Sanur, Intaran, dan Penyaringan.

    Gelombang perlawanan masyarakat Bali membatalkan proyek PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI), jaringan bisnis milik taipan Tomy Winata, makin membesar. Puluhan ribu masyarakat berdemonstrasi melakukan long march dari wantilan Desa Adat Intaran. Akibatnya, lalu lintas sempat lumpuh total selama lebih dari 1 jam.

    Bendesa Adat Penyaringan Made Purna Wirasa menegaskan, saat ini mereka hanya ingin Perpres Nomor 51 tahun 2014 dicabut. Saat orasi, Bendesa Adat Intaran Anak Agung Kompyang Raka mengatakan semangat dan tekad mempersatukan diri mempertahankan Teluk Benoa tidak akan surut. "Jangan mau diadu domba. Penguasa Bali sudah tuli, tidak memperdengarkan aksi kita. 'Leak Sanur' akan selalu hadir," katanya saat berorasi pada Minggu, 17 Juli 2016.

    Bendesa Adat Sanur, Ida Bagus Paramartha, menuturkan semua pasubayan desa adat tolak reklamasi tetap solid menghadang rencana PT TWBI tersebut. "Semua turun dari gunung ke laut. Di Sanur bersinar, Ida Bhatara sudah turun memberkati perjuangan kita," tuturnya.

    Ia menjelaskan, masyarakat kawasan Sanur yang menolak reklamasi menamai diri sebagai Leak Sanur. "Ini nama gerakan perlawanan kami. Sanur terkenal dengan magic," ucapnya.

    Setelah orasi, massa bergerak menuju Pantai Segara Agung melakukan prosesi simbolis melarung jati koin. Mereka memohon reklamasi dibatalkan. "Ini wujud nyata masyarakat yang tergabung pasubayan menghaturkan dalam bentuk sesajen dan nilai uang untuk Bhatara Baruna (penguasa laut). Tidak ada nominal khusus, ini sukarela," ujarnya. "Di sini pantai tempat kami biasa melaksanakan upacara melasti."

    Di barisan long march, massa menggotong keranda, simbol perjuangan gerakan menolak reklamasi. "Itu wujud simbolis kepedulian terhadap perjuangan. Artinya puputan (berjuang habis-habisan), hidup atau mati," tutur Raka.

    Aksi massa ini dimeriahkan penampilan band, yaitu Navicula, Superman is Dead, Joni Agung Double T, dan Suicidal Sinatra, di Pantai Segara Agung, Desa Adat Intaran.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.