Banjir Air Laut Mengganas, Petani Tambak Merugi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir rob di Desa Buluhrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Rabu, 8 Juni 2016. Foto/David Priyasidharta

    Banjir rob di Desa Buluhrejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Rabu, 8 Juni 2016. Foto/David Priyasidharta

    TEMPO.COSemarang - Tingginya limpasan air laut ke daratan (rob) yang terjadi hari-hari ini mengakibatkan para petani tambak di beberapa wilayah Pantura di Jawa Tengah merugi. Tambak-tambak milik petani, terutama di dekat laut, diterjang rob.

    Arif Hidayat, pemilik tambak di Tayu, Kabupaten Pati, mengatakan tambak miliknya rusak karena pematangnya diterjang ombak. “Akibatnya, ikan-ikan tambak hilang, kabur ke laut,” katanya, Selasa, 28 Juni 2016.

    Arif belum menghitung total kerugian akibat rob itu. Umur bandeng di masing-masing bidang tambaknya berbeda-beda. “Ada yang sudah sempat akan dipanen, tapi ikannya kabur akibat rob.” Rob datang sewaktu-waktu tanpa bisa diantisipasi. Rata-rata para petambak di Tayu menggunakan tambaknya untuk menanam ikan jenis bandeng.

    Petambak di Demak juga mengeluh lantaran banjir air laut. Badrut, petani tambak di Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, mengatakan rob tahun ini sangat tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Benih ikan yang sudah ditebar hilang.”

    Bahkan, kata Badrut, rob membuat tambak-tambak warga hilang. Tambak yang semula ditanggul warga jebol sehingga seperti menyatu dengan laut. Tak jarang rob menggenangi permukiman warga dan merusak jalan desa.

    Sekretaris Jenderal Perhimpunan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Riyono mengatakan selama ini pemerintah tak bisa menyelesaikan masalah rob. “Belum ada strategi yang bisa menyelesaikan masalah rob,” kata anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah ini. Padahal, kata Riyono, dampak rob sangat besar. Tidak hanya berdampak bagi nelayan dan petambak, tapi juga berdampak kemacetan di Jalan Raya Kaligawe, Semarang.

    Beberapa masalah akibat rob di antaranya sanitasi lingkungan rumah nelayan sangat jelek, potensi penyakit kulit sangat besar, menyulitkan nelayan dalam aktivitas bongkar-muat hasil tangkapan ikan, serta menyulitkan nelayan menambat . Riyono mendesak pemerintah memberikan perlindungan kepada nelayan dan petambak. Saat ini, DPRD Provinsi Jawa Tengah juga sedang menyiapkan rancangan peraturan daerah tentang perlindungan nelayan.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.