Longsor Banjarnegara, Jalan dan Jembatan Terputus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COBanjarnegara - Bencana tanah longsor yang melanda Desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, memutus jalan dan jembatan. Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Andri Sulistoyo mengatakan setidaknya satu jembatan yang menjadi akses utama perekonomian warga desa setempat terputus. “Jalan yang terputus ada di beberapa titik. Ada yang tertimbun longsor, ada yang memang terputus,” kata Andri, Minggu, 19 Juni 2016.

    Bencana tanah longsor kembali melanda Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Tepatnya di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Sabtu sore, 18 Juni 2016. Koordinator Search and Rescue Banjarnegara Slamet menginformasikan enam warga tewas tertimbun longsor. “Enam korban sudah dievakuasi,” ujarnya.

    Menurut Slamet, hujan dengan intensitas yang cukup tinggi sudah melanda wilayah tersebut sejak Sabtu sore sekitar pukul 14.30. Akibatnya, longsor terjadi di beberapa dusun, seperti di RT 003 RW 010 desa setempat dengan longsor yang menimpa jalan. Ketika warga sedang membersihkan longsoran, tiba-tiba terjadi longsor susulan dan menimbun tiga warga setempat. “Ketiganya berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.23,” tutur Slamet.

    Tanah longsor juga terjadi di RT 007 RW 011. Petugas berhasil mengevakuasi ketiganya sekitar pukul 22.30. Di RT lain, seperti di RT 005 RW 001, longsor menimbun satu rumah milik Taswin. Adapun di RT 001 RW 007, longsor merobohkan satu rumah milik Surati dan satu bangunan sekolah PAUD. “Beruntung, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

    Andri mengatakan sebanyak sembilan warga terpaksa diungsikan karena rumah mereka rusak diterjang longsor. Mereka tinggal di rumah warga yang berada di titik aman. Adapun korban luka-luka sebanyak tiga orang, yakni Karsum, 30 tahun, Zaenal (17), dan Losin (27).

    Tim gabungan yang terdiri atas 200 personel masih melakukan pembersihan material di lokasi kejadian. Mereka terdiri atas PMI, Tagana, TNI, Polri, Banser, Kokam, Fatayat NU, Relindo, Bagana, Cobro, RAPI, Sarkab, SAR PKS, Ukhuwah Rescue, Dinas Kesehatan, dan FKPAB.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.