Polisi Tetapkan S Sebagai Tersangka Teroris Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah orangtua salah satu terduga teroris, PHP, di Jl. Lebak Timur Surabaya disegel garis polisi. Densus 88 menggeledah rumah tersebut pada Rabu 8 Juni 2016. TEMPO/NIEKE INDRIETTA

    Rumah orangtua salah satu terduga teroris, PHP, di Jl. Lebak Timur Surabaya disegel garis polisi. Densus 88 menggeledah rumah tersebut pada Rabu 8 Juni 2016. TEMPO/NIEKE INDRIETTA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan polisi telah menetapkan S sebagai tersangka teroris yang merencanakan bom di Surabaya. "Dari empat yang ditangkap, semuanya sudah tersangka," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 17 Juni 2016.

    Ia mengatakan S ada keterkaitan dengan tiga tersangka yang lebih dulu ditangkap di Surabaya, Rabu, 8 Juni lalu. Mereka adalah Priyo Hadi Purnomo yang disingkat polisi menjadi PHP. Berikutnya adalah BRN alias Jeffy (JF) alias F, dan Ferry Novendi (FN).

    Agus mengatakan polisi saat ini tengah menyelidiki sumber anggaran mereka. "Sesuai keterangan mereka, anggarannya berasal dari mereka sendiri, patungan," ujar Agus. Namun, masing-masing diduga menjalin komunikasi dengan pihak ISIS. Empat tersangka kini ditahan di tahanan Mabes Polri

    Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap PHP, JF, dan FN di Surabaya, Rabu, 8 Juni 2016. PHP, 34 tahun, adalah warga Surabaya. Dia ditangkap di Jalan Gembong Kenjeran sekitar pukul 13.45 WIB. Lima menit kemudian, BRN, warga Malang 27 tahun, ditangkap di Jalan Kali Anak, Kenjeran, Surabaya. Lalu FN warga Surabaya, ditangkap di rumahnya pukul 15.30 WIB. Sedangkan S ditangkap keesokan harinya.

    "PHP adalah mantan napi di LP Porong terkait kasus narkoba," kata Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di kantornya, Kamis, 9 Juni 2016. PHP bebas pada 2014. Dia juga pernah dipenjara karena menggelapkan uang di tempat kerjanya.

    Menurut Boy, saat di Lembaga Pemasyarakatan Porong, PHP berkenalan dengan Sibgotulloh dan Muhammad Sholeh. Sibgotulloh, kata Boy, berkaitan dengan jaringan-jaringan teroris di Kalimantan, juga dengan Maman Abdurrahman. Dia juga terlibat terorisme pada 2011-2012.

    Sibgo bebas dari penjara pada 2014. Dia berniat ke Suriah lewat Malaysia. "Dia berangkat bawa anak, perempuan, dengan beberapa orang. Ternyata di antara orang itu ada residivis," kata Boy. Otoritas Malaysia mencurigai Sibgo saat mengetahui tujuan dia ke Suriah. Dia pun dipulangkan ke Indonesia dan diserahkan ke Densus 88. Saat ini Sibgo masih ditahan namun Boy tak menyebutkan tempatnya ditahan.

    Boy mengatakan para terduga teroris juga diduga jaringan Bahrun Naim. Bom yang disita kemarin rencananya diledakkan para tersangka di Surabaya mirip dengan bom di Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Januari lalu.

    "Terindikasi mereka berkomunikasi," kata Boy. Mereka disangka tak berkomunikasi secara langsung melainkan melalui perantara.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.