Seratusan Rumah di Padang Terendam Banjir Rob  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepasang suami istri berdoa di makam yang terendam rob di Kampung Tambakrejo, Semarang Utara, 2 Juni 2016. Sejumlah makan di kawasan ini terendam banjir air laut yang juga merendam Jalur Pantura Semarang hingga ketinggian satu meter. TEMPO/Budi Purwanto

    Sepasang suami istri berdoa di makam yang terendam rob di Kampung Tambakrejo, Semarang Utara, 2 Juni 2016. Sejumlah makan di kawasan ini terendam banjir air laut yang juga merendam Jalur Pantura Semarang hingga ketinggian satu meter. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.COPadang - Seratusan rumah di Kota Padang, Sumatera Barat, terendam banjir rob atau banjir akibat air laut pasang pada Selasa, 7 Juni 2016. Ketinggian air mencapai 50 meter.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Nasrul Sugana mengatakan banjir rob merendam beberapa kawasan di Kota Padang, seperti Gates, Sungai Brames 36 rumah, Berok Nipah 15 rumah, Pantai Air Manis 20 rumah, kawasan Ulak Karang 41 rumah, dan kawasan Pasir Jambak 10 rumah.

    "Ada empat rumah rusak berat di kawasan Gates," ujar Nasrul saat dihubungi Tempo, Selasa, 7 Juni 2016. Menurut dia, rata-rata banjir rob merendam rumah sekitar satu hingga dua jam, tergantung angin dan gelombang laut.

    BPBD melakukan langkah antisipasi dengan memasang karung pasir. Di kawasan Gates, BPBD menyerahkan 1.000 karung pasir untuk menghadang gelombang. "Di Pantai Air Manis kami kasih 500 karung pasir, di Pasir Jambak 500 karung pasir, dan di Ulak Karang 300 karung pasir," ujarnya.

    Untuk penanganan jangka panjang, kata Nasrul, BPBD bakal berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. "Untuk pemasangan batu grip jangka panjang, nanti akan koordinasi dengan PU," ujarnya. Pemasangan batu grip atau batu bagonjong adalah untuk menghadang air pasang.

    Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padang Pariaman Budi Samiaji mengatakan sejumlah kawasan di Sumatera Barat berpotensi terserang banjir rob karena sejak awal Juni posisi bulan dan bumi berdekatan.

    "Sehingga pasang laut lebih kuat," ujarnya kepada Tempo, Selasa. Apalagi angin berembus kencang dengan kecepatan mencapai 15 knot, sehingga air laut makin pasang. Gelombang tinggi juga menyebabkan air laut semakin pasang. Adapun gelombang di perairan Mentawai dan Padang mencapai tiga meter.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.