Cerita Anggota DPR yang Serahkan Gajinya ke Polisi Pemulung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigadir Kepala Seladi, memberi keterangan dalam jumpa pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 23 Mei 2016. Bripka Seladi telah menjadi sorotan masyarakat karena selain bertugas di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM di Kota Malang, Seladi memilih untuk menjadi pemulung barang-barang bekas. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Brigadir Kepala Seladi, memberi keterangan dalam jumpa pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 23 Mei 2016. Bripka Seladi telah menjadi sorotan masyarakat karena selain bertugas di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM di Kota Malang, Seladi memilih untuk menjadi pemulung barang-barang bekas. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo rela memberikan gaji pokoknya kepada anggota polisi lalu lintas, Brigadir Kepala Seladi. Hal itu dilakukan sebagai dukungan terhadap anggota polisi yang memilih bekerja sampingan menjadi pemungut sampah atau pemulung guna mencukupi kebutuhannya.

    Bamsoet, begitu biasanya politikus Partai Golkar itu disapa, mengutarakan komitmen tersebut saat hadir di acara pemberian penghargaan kepada polisi teladan dari pemimpin DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Senayan, Jakarta, Senin, 23 Mei 2016. "Saya akan berikan (gaji) pokok saya mulai bulan ini hingga Desember untuk membantu beliau," ujar Bamsoet.

    BACA JUGA
    Geger Daging Manusia Dijadikan Kornet, Ini Penampakannya
    Wah, Pemerintah Larang Nikahi Brondong, Begini Alasannya

    Jika merujuk surat edaran Sekretariat Jenderal DPR Nomor KU.00/9414/DPR RI/XII/2010, anggota DPR periode 2014-2019 mendapat gaji pokok Rp 15,1 juta per bulan. Jika Bambang diasumsikan menyerahkan gaji pokoknya sejak Mei sampai Desember atau 8 bulan, Seladi bakal menerima Rp 120 juta.

    Ketua DPR Ade Komarudin berujar, ia terkesan dengan kerja keras dan kejujuran Seladi. "Beliau tidak sungkan menjadi pemulung sampah sebagai penghasilan tambahan di luar jam dinasnya," ujar Akom, sapaan akrab Ade Komarudin, di sela acara pemberian penghargaan tersebut.

    Akom mengatakan apa yang dilakukan anggota polisi, yang saat ini bertugas di unit administrasi di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota Malang, memberi contoh teladan kepada masyarakat. "Padahal bisa saja beliau mendapat penghasilan tambahan dengan menerima suap terkait dengan pekerjaannya membantu masyarakat yang ingin membuat surat izin mengemudi (SIM) lebih cepat," katanya.

    BACA JUGA
    Duh, Adegan Suami-Isteri Disiarkan Live, Penonton Bisa Coba
    Dea Mirella: Aku Hancur, Menangis Tiap Dengar Suara Bayi

    Selanjutnya: menurut Akom...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berkas yang Diterima dan Dalil yang Ditolak Sidang MK Pra Skors

    Inilah berkas perbaikan Tim Hukum Prabowo - Sandiaga terkait sengketa Pilpres yang diterima dan sejumlah dalil yang ditolak Sidang MK, 27 Juni 2019.