Setelah AADC, Giliran Film Melodi Ambil Lokasi Yogya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Tarra Budiman saat ditemui disela-sela screening film Air dan Api, di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, 23 Maret 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Aktor Tarra Budiman saat ditemui disela-sela screening film Air dan Api, di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, 23 Maret 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Kota Yogyakarta memang istimewa, termasuk di mata insan perfilman. Bagi mereka, setiap sudut kota bisa menjadi latar pembuatan film yang menarik dan romantis. “Banyak sekali hal yang menarik. Juga dari sisi seni dan budayanya,” kata Tarra Budiman, aktor dan komedian yang sering muncul di televisi, kemarin.

    Selama dua belas hari, Tarra bersama bintang film lain menjalani syuting film Melodi: Remember The Flavor di Yogya. Film ini tentang kisah cinta sepasang kekasih yang dikemas dengan latar penjual es krim. Lokasinya di Stasiun Lempuyangan, sekitar Tamansari (Pasar Ngasem), Rumah Gamelan, dan beberapa tempat lain.

    Tarra mengaku bukan orang Yogya. Namun ketika mengunjungi kota itu, dia merasa seolah pulang kampung. Menurut dia, sejak awal kehadirannya, ada keramahan warga dan aksi budaya yang berkesan sehingga tak bisa diungkapkan dengan kata. Ada daya magis bagi insan film  untuk selalu kembali dan berkarya memajukan film Indonesia. Memang banyak film dan sinetron dibuat di DIY. Yang terbaru adalah Ada Apa Dengan Cinta.

    Di film Melodi: Remember The Flavor, Tarra berperan sebagai Dimas. Ia dipasangkan dengan Sahira Anjani yang berperan sebagai Melodi. Selain mereka, aktor dan aktris yang terlibat di antaranya Ferry Salim, Anissa Pagih, dan Djenar Mahesa Ayu.

    Film layar lebar yang disutradarai Dyan Sunu ini akan dirilis perdana pada minggu ketiga Agustus mendatang. Film yang diproduksi Muara Prima Entertainment ini hasil kerja sama dengan Limelight Pictures. Lokasi syutingnya itu sebanyak 95 persen di Yogyakarta.

    Dalam cerita film ini, sutradara ingin menyuguhkan romantisme Yogyakarta melalui percintaan penjual es krim. “Di Yogyakarta, semua yang terlihat menjadi luar biasa. Kami memang tidak terlalu menonjolkan sisi budaya klasiknya,” ujar Sunu.

    Film ini mengangkat cerita tentang rasa, perjalanan pulang ke kota asal, persahabatan, mengejar mimpi, kenangan lama, serta kisah yang masih dan mungkin akan berlanjut.

    Tokoh sentral, Dimas (Tarra Budiman) dikisahkan memiliki sebuah kedai es krim, yang dikelola bersama ayahnya, Hendro (Ferry Salim), dan seorang pegawai yang eksentrik bernama Tanu (Encebagus). Dimas mempunyai sahabat sejak SMP bernama Melodi (Sahira Anjani) yang bercita-cita menjadi penyanyi profesional serta hijrah ke Jakarta. 

    Suatu hari, Melodi yang sudah menapaki karier sebagai penyanyi mesti pulang ke rumah ibunya, Citra (Djenar Maesa Ayu). Dalam perjalanan dengan kereta api, dia bertemu seorang perempuan muda cerdas dan cantik bernama Arnesti (Annisa Pagih). Dari obrolannya di sepanjang perjalanan, Melodi mengenang kisah kasihnya dengan Dimas. 

    MUH. SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?