Kerusuhan Mei: 18 Tahun Lalu, Jakarta Jadi Lautan Api (1)

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa merusak mobil saat kerusuhan di Jalan Hasyim Ashari, Jakarta, 14 Mei 1998. dok.TEMPO

    Massa merusak mobil saat kerusuhan di Jalan Hasyim Ashari, Jakarta, 14 Mei 1998. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini 18 tahun lalu, Jakarta menyimpan sejarah kelam. Bukan 12 Mei 1998, melainkan satu hari setelahnya, 13 Mei 1998. Peristiwa itu dimulai seusia penembakan sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta Barat, 12 Mei 1998.

    Menurut Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), titik awal kerusuhan Jakarta terletak di Jakarta Barat, ketika ribuan orang berkumpul seusai gugurnya mahasiswa Trisakti. Berikut ini kronologi kejadian yang akhirnya membuat sebagian kawasan Ibu Kota menjadi lautan api.

    08.00
    Massa dan mahasiswa yang berbelasungkawa terlihat di sekitar Trisakti. Penumpukan massa juga terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Pasar Rumput, Jakarta Selatan.

    09.00-10.00
    Warga yang berada di Trisakti bergerak dari Jalan KH Hasyim Asyari ke Jalan Kyai Tapa, perempatan Roxy Mas, Jalan KH Moch. Mansyur, Daan Mogot, dan Bendungan Hilir. Dari situ, massa menyebar ke Jembatan Sempit Angke, Jembatan Dua, Jembatan Tiga, Jembatan Lima, dan Jembatan Besi.

    12.00
    Terjadi pembakaran pertama di lokasi yang tidak jauh dari kampus Trisakti. Persis di bawah jalan layang arah ke Bandar Udara Soekarno-Hatta, sebuah truk sampah yang melintas dicegat massa, lalu dibakar.

    16.00
    Warga semakin menyebar ke Cengkareng dan Glodok. Di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat sudah mulai terjadi perusakan dan pembakaran gedung pertokoan.

    19.00
    Semua tempat yang menjadi penumpukan massa sudah meletup kerusuhan, penjarahan, dan pembakaran.

    TGPF, yang dipimpin Marzuki Darusman, mencatat, kerusuhan di Jakarta mempunyai pola awal yang sama. Terdapat aktor yang bertugas memancing reaksi dengan cara membakar material tertentu, seperti ban, kayu, tong sampah, dan barang bekas. Juga membuat perkelahian
    antarkelompok dengan meneriakkan seruan bersifat SARA yang menimbulkan rasa kebencian.

    EVAN | PDAT | SUMBER DIOLAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.