Di Banyuwangi, Ribuan Unggas Mati Akibat Flu Burung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menghancurkan kandang burung merpati saat razia unggas yang digelar Pemkot Jakarta Pusat di lapak burung merpati yang berada di jalan Kwitang, Jakarta, 18 November 2015. Penertiban tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus flu burung. TEMPO/Subekti

    Petugas menghancurkan kandang burung merpati saat razia unggas yang digelar Pemkot Jakarta Pusat di lapak burung merpati yang berada di jalan Kwitang, Jakarta, 18 November 2015. Penertiban tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus flu burung. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COBanyuwangi - Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Banyuwangi Heru Santoso mengatakan sebagian besar unggas yang mati di daerahnya karena terjangkit flu burung atau virus H5NI. 

    "Ada sekitar 7.000 unggas yang terjangkit flu burung. Sebagian besar adalah jenis itik," kata Heru dihubungi Tempo, Kamis, 17 Maret 2016. 

    Ribuan unggas yang mati terjangkit flu burung ini terjadi di Dusun Wringinagung, Desa Sumberjo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Data Dinas Peternakan Kabupaten Banyuwangi menyebutkan, di dusun tersebut, terdapat 30 peternak dengan jumlah total populasi unggas sekitar 11 ribu ekor. Masing-masing ada 9.000 ekor itik, 2.000 ekor ayam, dan entok sekitar 200 ekor. 

    Heru mengatakan kematian unggas itu terjadi sekitar sebulan lalu. "Yang mati tidak langsung ribuan, tapi setiap hari 100-200 ekor," ujar Heru. 

    Data terakhir yang diperoleh Dinas Peternakan menyebutkan unggas yang mati sekitar 7.000 ekor itik, 1.500 ekor ayam, dan 100 ekor entok. "Ribuan unggas yang mati itu dipendam di sekitar lokasi unggas mati," tutur Heru. Dia mengatakan peristiwa flu burung itu hanya terjadi di satu dusun. 

    Menurut Heru, dusun tersebut memang dikenal sebagai tempat produksi unggas. Di dusun ini, ada aktivitas pembibitan hingga pembesaran unggas. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur serta Balai Veteriner Yogyakarta. Setelah kejadian tersebut, petugas dari Balai Veteriner Yogyakarta datang untuk mengambil sampel. “Dari rapid test yang dilakukan menunjukkan bahwa unggas mati karena flu burung," ucapnya.

    Heru mengatakan di dusun tersebut masih ada sekitar 2.000 unggas. Setelah kejadian tersebut, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada para peternak serta masyarakat setempat. "Untuk unggas yang masih ada jangan dikeluarkan atau dijual dulu," kata Heru.

    Penyemprotan disinfektan juga telah dilakukan di kandang-kandang ayam di tempat itu. "Kami juga mengimbau warga untuk menjaga kebersihan kandang. Bisa jadi penyebabnya adalah kebersihan kandang yang kurang terjaga," ujarnya.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.