Singapore Airshow, Ryamizard Temui Produsen Tucano  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 10 Februari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 10 Februari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Changi - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menemui petinggi perusahaan asal Brasil, Embraer, yang memproduksi pesawat Super Tucano EMB 314, dalam acara Singapore Airshow 2016. Ryamizard meminta Embraer ikut dalam investigasi penyebab jatuhnya pesawat bermesin turboprop sayap rendah tersebut di Malang, pekan lalu.

    "Saya tadi bertemu (dengan petinggi Embraer), saya suruh mereka lihat apa yang sebenarnya terjadi," kata Ryamizard di sela acara, Selasa, 16 Februari 2016. "Kesalahan orang atau mesin."

    Menurut Ryamizard, Embraer menyatakan kesediaannya untuk datang ke Malang dalam rangka investigasi penyebab kecelakaan yang menewaskan pilot, Mayor Penerbangan Ivy Safatillah. Meski demikian, penyelidikan tersebut tak akan langsung menghasilkan kesimpulan karena diprediksi akan memakan waktu bertahun-tahun. "Tak gampang," tuturnya.

    Mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut mengatakan tak akan menutup kemungkinan tetap membeli produk dari perusahaan asal Brasil tersebut. Pasalnya, menurut dia, Embraer telah memproduksi hingga 650 unit Tucano, tapi hanya satu yang jatuh, yaitu di Malang. Ia mengklaim tak ada satu pun perusahaan yang pesawatnya tak pernah jatuh.

    "Jangan karena jatuh lalu tak jadi beli. Itu tak benar," kata Ryamizard.

    Pesawat Tucano jatuh dalam test flight dari Landasan Udara Abdurahman Saleh Malang. Pesawat tersebut sempat menukik dan menabrak rumah warga di bilangan LA Sucipto. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan soal penyebab kecelakaan, meski deras kritik terhadap TNI soal perawatan dan pemeliharaan alutsista.



    FRANSISCO ROSARIANS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.