2 Kecamatan di Sumba Barat Daya Kekeringan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekeringan. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    Ilustrasi kekeringan. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    TEMPO.COKupang - Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya Toni Umbu Sasa mengaku dua kecamatan di daerah itu masih mengalami kekeringan karena rendahnya curah hujan, sehingga masih waspada kekeringan.

    "Hujan di Kecamatan Kodi dan Laura sangat jarang, walaupun sudah terjadi," katanya kepada Tempo, Selasa, 16 Februari 2016, terkait dengan enam daerah di NTT yang masih waspada kekeringan.

    Walaupun kekeringan, dia memastikan, Sumba Barat Daya tidak mengalami kelaparan. Sebab, stok jagung masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. "Dua daerah itu baru panen jagung sekali karena rendahnya curah hujan," ucapnya.

    Sedangkan kecamatan lain, seperti Wewewa, dengan curah hujan yang cukup tinggi, telah panen jagung sebanyak dua kali. Meski demikian, ujar Toni, pihaknya telah menyiapkan stok beras sebanyak 100 ton untuk mengatasi masalah kekeringan di daerah ini. "Jika ada masyarakat yang jadi korban dan membutuhkan bantuan itu, akan disalurkan," katanya.

    Dia berharap curah hujan akan kembali normal, sehingga petani bisa menanam jagung untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

    Sebanyak enam kabupaten di Nusa Tenggara Timur, hingga memasuki musim hujan seperti saat ini, masih dilanda kekeringan. Sebab, curah hujan di daerah itu minim. "Masih ada enam kabupaten yang melaporkan dilanda kekeringan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT J. Melkias.

    Enam kabupaten di NTT yang masih dilanda kekeringan itu ialah Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Flores Timur.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?