31 Eks Gafatar Jakarta dan Jateng Nyasar ke Makassar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu keluarga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) turun dari bus yang menghantarkan mereka dari tempat penampungan asrama haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah menuju Youth Centre, Sleman, Yogyakarta, 29 Januari 2016. Total sebanyak 5 bus mengangkut mantan anggota Gafatar yang berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga

    Satu keluarga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) turun dari bus yang menghantarkan mereka dari tempat penampungan asrama haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah menuju Youth Centre, Sleman, Yogyakarta, 29 Januari 2016. Total sebanyak 5 bus mengangkut mantan anggota Gafatar yang berasal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Makassar - Sebanyak 31 eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Jakarta, Maluku, dan Jawa Tengah, nyasar ke Makassar, Sulawesi Selatan. Puluhan eks Gafatar itu merupakan rombongan dari Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu kemarin. Setelah dilakukan pendataan ulang di Asrama Haji Sudiang hari ini, diketahui hanya 18 eks Gafatar yang berasal dari Sulawesi Selatan.

    "Setelah kami memverifikasi ulang data dari pemerintah Kalimantan Timur, ternyata data mereka tidak akurat. Yang dikirim ke Makassar bukan semuanya warga Sulawesi Selatan," kata Kepala Seksi Pemulihan Sosial Sulawesi Selatan Hasbi saat dihubungi Tempo, Ahad, 31 Januari 2016.

    Berdasarkan data pemerintah Sulawesi Selatan, dari 49 eks Gafatar gelombang kedua yang tiba dari Samarinda, ternyata 31 orang di antaranya berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, dan Maluku. Rinciannya, 18 orang dari Maluku (6 keluarga), 3 orang dari Jawa Tengah (1 keluarga), dan 10 orang dari Jakarta (2 keluarga).

    Dari keterangan pemerintah Kalimantan Timur, menurut Hasbi, 31 eks Gafatar non-Sulawesi Selatan itu menyebut berasal dari Makassar, saat ditanyakan identitasnya. Hal itu membuat pemerintah setempat memulangkannya ke Kota Daeng. Belakangan, setelah diverifikasi ulang, ternyata cuma 18 orang warga Sulawesi Selatan. Rinciannya, yakni 7 orang dari Makassar (2 keluarga), 10 orang dari Palopo (2 keluarga), dan 1 orang dari Sinjai (1 keluarga).

    Hasbi mengatakan untuk sementara para eks Gafatar non-Sulawesi Selatan ditampung di Asrama Haji Sudiang sembari menunggu jadwal pemulangan mereka. Tahap awal, pihaknya akan memulangkan 18 eks Gafatar Maluku melalui jalur udara, Senin, 1 Februari 2016. Adapun, 13 eks Gafatar Jakarta dan Jawa Tengah, jadwal pemulangannya akan menyusul. "Kami segera memulangkan mereka semua. Seluruh biayanya pemerintah Sulawesi Selatan yang tanggung," ucapnya.

    Sudah ada dua gelombang pemulangan eks Gafatar dari Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, ke Makassar. Gelombang pertama, 232 eks Gafatar Sulawesi Selatan tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Rabu, 27 Januari 2016. Mereka berasal dari 9 kabupaten/kota lingkup Sulawesi Selatan. Gelombang kedua, Sabtu, 30 Januari 2016, 49 eks Gafatar dari Samarinda, Kalimantan Timur, tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

    TRI YARI KURNIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.