Kasus Demam Berdarah di Padang Meningkat, 4 Warga Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak penderita DBD mengintip dari balik gorden di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, 30 Januari 2015. TEMPO/Suryo Wibowo

    Seorang anak penderita DBD mengintip dari balik gorden di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, 30 Januari 2015. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.COPadang - Dinas Kesehatan Kota Padang menyatakan jumlah kasus demam berdarah meningkat. Sepanjang Januari ini, ada 100 kasus DB di daerah itu.

    "Dari 100 kasus DB tersebut, 4 orang meninggal," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Eka Lusti, Jumat, 29 Januari 2016.

    Eka mengatakan jumlah kasus DB tertinggi berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Kuranji, dan Kecamatan Pauh. Sebab, penduduk di kawasan tersebut sudah sangat padat.

    Menurut Eka, setiap Januari memang selalu terjadi peningkatan kasus DB. Sebab, pada bulan itu sedang terjadi masa pancaroba, sehingga nyamuk berkembang biak.

    Kata Eka, dibanding pada 2015, dalam kurun yang sama, kasus DB di Padang cenderung meningkat. Sebab, pada Januari 2015, hanya ada 60 kasus DB dengan jumlah penderita yang meninggal sebanyak dua orang.

    "Sepanjang 2015, ada sekitar seribuan kasus. Yang meninggal dunia 9 orang," ujarnya.

    Dinas Kesehatan Padang, kata Eka, memantau secara berkala ke sekolah dan rumah-rumah warga. Mereka meminta masyarakat hidup bersih dan sehat.

    Menurut Eka, masyarakat harus mewaspadai genangan air yang berada di lingkungan sekitar. Termasuk genangan air yang berada di dispenser.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.