Pencarian Ditutup, 12 Korban KM Marina Belum Ketemu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Seksi SAR Makassar Roki Asikin menunjuk lokasi pencarian korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B saat melakukan koordinasi dengan tim SAR di Posko Tim SAR Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 26 Desember 2015. TEMPO/Iqbal lubis

    Kepala Seksi SAR Makassar Roki Asikin menunjuk lokasi pencarian korban tenggelamnya KM Marina Baru 2B saat melakukan koordinasi dengan tim SAR di Posko Tim SAR Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 26 Desember 2015. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Badan SAR Nasional menutup operasi SAR kapal motor Marina Baru 2B di Teluk Bone, Selasa, 29 Desember 2015. Peralatan serta armada laut dan udara sudah ditarik ke posko masing-masing. Status operasi beralih menjadi siaga, khususnya di posko SAR Kolaka. Namun masih ada 12 penumpang kapal nahas itu yang belum ditemukan.

    "Operasi SAR KM Marina Baru ditutup dan dilanjutkan siaga SAR," kata Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigadir Jenderal Ivan Ahmad Riski Titus, Rabu, 30 Desember 2015.

    Dihentikannya pencarian korban dan KM Marina, menurut Ivan, mengacu pada hasil evaluasi operasi. Hingga hari kesepuluh pencarian, termasuk perpanjangan waktu selama tiga hari, pihaknya tak lagi menemukan adanya korban di perairan Sulawesi Tenggara dan perairan Sulawesi Selatan. Pertimbangan lain, pemilik KM Marina tidak mengajukan permintaan perpanjangan pencarian.

    Ivan menegaskan, kendati operasi SAR KM Marina secara resmi ditutup, pihaknya tetap siap melakukan evakuasi bila ada temuan baru. "Kami melakukan siaga SAR di pos Kolaka. Adapun peralatan, kapal, dan pesawat terbang sudah kembali ke homebase masing-masing," ucapnya.

    Hingga hari kesepuluh operasi SAR KM Marina, 106 dari 118 penumpang dan awak kapal berhasil ditemukan. Rinciannya, 66 meninggal dan 40 selamat. Sedangkan 12 lain masih hilang. Korban kapal nahas itu ditemukan di perairan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Karena itu, proses evakuasi dan identifikasi dilaksanakan di dua provinsi tersebut.

    Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, menuturkan pihaknya berhasil mengidentifikasi semua jenazah korban KM Marina yang dievakuasi ke wilayah hukumnya. "Kebanyakan sudah diserahkan ke pihak keluarga," katanya.

    Adapun juru bicara Polda Sulawesi Tenggara, Ajun Komisaris Besar Sunarto, menyatakan 42 dari 46 jenazah korban KM Marina di wilayah hukumnya berhasil teridentifikasi. Sedangnkan empat jenazah sisanya yang tidak bisa dikenali tapi sudah dikubur di Kabupaten Kolaka. Langkah itu ditempuh lantaran kondisi mayat semakin rusak dan dikhawatirkan menimbulkan penyakit.

    Kapal Marina Baru 2B bertolak dari Pelabuhan Tobaku menuju Pelabuhan Siwa pada Sabtu, 19 Desember 2015, pukul 11.00 Wita. Dalam perjalanan, kapal itu dihantam ombak tinggi. Akibatnya, bak mesin kapal pecah dan kemasukan air. Nakhoda KM Marina sempat mengabarkan cuaca buruk ke pihak syahbandar sebelum dinyatakan hilang kontak.

    TRI YARI KURNIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.