Diisukan Dicopot, Fahri Hamzah: Saya Bukan Darah Biru di PKS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Pengawas Haji DPR Fahri Hamzah (kiri) bersama Ketua DPR Setya Novanto (tengah) dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) dalam jumpa pers terkait pelaksanaan Ibadah Haji pimpinan DPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 30 September 2015. Dalam keterangannya pimpinan DPR memaparkan pelaksaan Ibadah tersebut berdasarkan undangan resmi dari Kerajaan Arab Saudi serta berbagi cerita mengenai insiden Mina dan upaya-upaya yang mereka lakukan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Tim Pengawas Haji DPR Fahri Hamzah (kiri) bersama Ketua DPR Setya Novanto (tengah) dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) dalam jumpa pers terkait pelaksanaan Ibadah Haji pimpinan DPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 30 September 2015. Dalam keterangannya pimpinan DPR memaparkan pelaksaan Ibadah tersebut berdasarkan undangan resmi dari Kerajaan Arab Saudi serta berbagi cerita mengenai insiden Mina dan upaya-upaya yang mereka lakukan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah menyatakan tak mengetahui rencana Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang akan menariknya dari kursi pimpinan DPR. Fahri mengaku tak memiliki kewenangan menjelaskan sikap DPP. Sebab, kini ia tak lagi duduk dalam jajaran pengurus.

    "Dulu waktu saya jadi Wakil Sekjen PKS, saya punya banyak data. Sekarang saya bukan pengurus. Jadi jangan ditanya saya dong soal DPP," kata Fahri di Jakarta, Rabu, 23 Desember 2015. "Soal saya tidak penting, saya ini kan bukan orang yang punya darah biru di dalam partai."

    Fahri dikabarkan dicopot dari kursi Wakil Ketua DPR setelah skandal Freeport membelit Ketua DPR Setya Novanto. Sikap Fahri yang membela Novanto dianggap bertolak belakang dengan sikap partai yang mendorong penjatuhan sanksi sedang terhadap Novanto. PKS dikabarkan menggelar sidang internal untuk membahas hal tersebut.

    Fahri tak membantah kabar tersebut. Ia memberi sinyal siap meninggalkan jabatan itu jika sewaktu-waktu dilengserkan. "Saya siap jadi gembel lagi," ujarnya. Namun, Fahri mempertanyakan kebenaran sumber informasi tersebut. "Kamu dapat sadapan dari mana?" katanya.

    Menurut Fahri Hamzah, informasi soal kabar pencopotan dirinya sebaiknya ditanyakan kepada Dewan Pimpinan Pusat. "Jangan tanya saya. Kalau itu biar DPP yang menjelaskan. Saya ikut aturan main saja," katanya.

    Presiden PKS Sohibul Iman tak menjawab secara tegas kabar pencopotan Fahri. Sohibul mengatakan saat ini tengah ada evaluasi di tubuh PKS. "Ada evaluasi-evaluasi, dan itu biasa dalam organisasi," ujar Sohibul saat dihubungi Tempo, Rabu, 23 Desember 2015.

    Sohibul menolak menjelaskan lebih jauh mengenai hasil evaluasi tersebut. "Seperti apa hasilnya, ya pada waktunya publik akan tahu."

    RIKY FERDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.