Kongres HMI Akhirnya Selesai, Polisi Pulangkan Ratusan Kader

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengamankan peserta Kongres HMI yang kedapatan membawa senjata tajam di lokasi Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 di Pekanbaru, Riau, 23 November 2015. Sejak rombongan kader dari berbagai daerah tiba, polisi maupun masyarakat dibuat repot oleh aksi anarkis ribuan mahasiswa. Mulai dari tidak membayar makan di sebuah restoran di Indragiri Hulu, melakukan pengrusakan fasilitas umum hingga merusak mobil dinas polisi. ANTARA/Rony Muharrman

    Polisi mengamankan peserta Kongres HMI yang kedapatan membawa senjata tajam di lokasi Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 di Pekanbaru, Riau, 23 November 2015. Sejak rombongan kader dari berbagai daerah tiba, polisi maupun masyarakat dibuat repot oleh aksi anarkis ribuan mahasiswa. Mulai dari tidak membayar makan di sebuah restoran di Indragiri Hulu, melakukan pengrusakan fasilitas umum hingga merusak mobil dinas polisi. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-29 di Pekanbaru akhirnya selesai setelah beberapa kali tertunda sejak dibuka 22 November 2015 lalu. Mulyadi P. Thamsir dari Cabang Sintang, Kalimantan Barat, terpilih sebagai Ketua Pengurus Besar HMI periode 2015-2017 dengan jumlah suara 224. Jauh mengungguli rivalnya Ahmad Kahfi yang memperoleh 181 suara.

    “Ada dua suara yang tidak sah,” kata Ketua Panitia Nasional Kongres HMI, Fatharyanto Lisda, kepada Tempo, Jumat, 5 Desember 2015.

    Fatharyanto mengatakan, proses pemilihan dilakukan dua putaran. Putaran pertama setiap cabang memiliki hak suara satu, dan yang berjumlah 20 suara bisa melanjutkan ke putaran kedua. “Putaran kedua dilakukan dengan voting oleh peserta penuh dari setiap cabang,” ujarnya.

    Kepolisian Resor Kota Pekanbaru langsung memulangkan 555 kader HMI seusai kongres. Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru Ajun Komusaris Besar Sugeng Putut Wicaksono menyebutkan, pemulangan para kader pengembira itu untuk menghindari ricuh susulan. Polisi menyediakan 12 bus untuk mengangkut para kader ke Jakarta. Biaya untuk enam bus merupakan sumbangan dari para alumni HMI, sedangkan enam bus lagi sumbangan dari beberapa Kepolisian Resor di Riau.

    Menurut Putut, pemulangan kader HMI mesti dipercepat lantaran polisi harus fokus untuk pengamanan Pemilihan Kepala Daerah serentak 9 Desember 2015 nanti. “Mulai besok kami sudah menyebar personel ke sejumlah wilayah yang melaksanakan pilkada. Jadi kongres HMI harus dituntaskan hari ini sekaligus pemulangan kader,” kata Putut.

    Sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Riau telah mengultimatum panitia Kongres HMI agar menyelesaikan acaranya Sabtu ini. Alasannya, pemerintah Riau akan fokus untuk pelaksanaan Pilkada di 9 Kabupaten/kota. Terlebih kongres HMI yang dilaksanakan di Gelanggang Remaja Pekanbaru cukup meresahkan warga Pekanbaru lantaran kerap terjadi ricuh.

    Jumat pagi kemarin, sekira pukul 04.00 terjadi bentrok sesama kader HMI di ruang kongres. Terjadi baku hantam dan lempar kursi sehingga beberapa fasilitas gedung rusak. Ricuh berlanjut hingga keluar gedung. Massa yang bentrok saling kejar dan lempar batu di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Beruntung bentrok dapat diredam oleh polisi.

    Sabtu siang , 5 Desember 2015, ricuh kembali terjadi di depan gerbang gedung kongres antara polisi dan Mahasiswa. Polisi yang dilengkapi rotan bertindak keras terhadap mahasiswa. Seorang wartawan Riauonline, Zuhdi Febriyanto turut menjadi bulan-bulan polisi sehingga mengalami luka berat di kepala dan pingsan. Polisi tidak senang aksi pemukulan mahasiswa direkam oleh wartawan. “Polisi merampas paksa kamera wartawan dan meminta foto untuk dihapus,” kata seorang jurnalis, Adrian.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.