Selasa, 17 September 2019

Seks Bebas Marak Bikin Kasus HIV/AIDS di Bandung Tinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang waria menunjukkan selebaran bertuliskan 'NO AIDS!' saat sosialisasi AIDS pada pengguna jalan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia di Jl. Tugu Malang, Jawa Timur, 1 Desember 2015. Dinas kesehatan Kota Malang mencatat dari tahun 2014 hingga 2015 terdapat sebanyak 3.800 orang terjangkit virus HIV/AIDS dan 45 diantaranya meninggal dunia. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Seorang waria menunjukkan selebaran bertuliskan 'NO AIDS!' saat sosialisasi AIDS pada pengguna jalan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia di Jl. Tugu Malang, Jawa Timur, 1 Desember 2015. Dinas kesehatan Kota Malang mencatat dari tahun 2014 hingga 2015 terdapat sebanyak 3.800 orang terjangkit virus HIV/AIDS dan 45 diantaranya meninggal dunia. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Bandung - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Bandung juga meningkat 3 persen setiap tahunnya. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, hingga bulan September 2015, tercatat sebanyak 3.625 warga Kota Bandung adalah penderita HIV/AIDS.

    "Yang masih HIV sekarang sekitar 1.895 orang. Sementara AIDS 1.730 orang," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bandung Susatyo Triwilopo, Selasa, 1 November 2015.

    Susatyo menambahkan, Kota Bandung merupakan daerah dengan jumlah pengidap HIV/Aids tertinggi di Jawa Barat. "Sedangkan Jawa Barat adalah peringkat empat terbanyak penderita HIV/AIDS di Indonesia," ucapnya.

    Perilaku seks bebas khususnya di kalangan usia produktif merupakan salah satu faktor terbesar meningkatnya jumlah penderita HIV/Aids di Kota Bandung. Menurut Susatyo, tren penularan melalui seks bebas menggeser tren penularan HIV Aids dengan jarum suntik. "Penularan dengan penggunaan jarum sunti sudah mulai menurun 2 sampai 3 persen. Justru yang meningkat dari seks, ada tren peningkatan terus," ucapnya.

    Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung mencatat hingga September 2015 pengidap HIV/AIDS yang disebabkan akibat prilaku gonta ganti pasangan meningkat sekitar 35 persen. "Untuk saat ini meningkat di ibu rumah tangga dan bayi. Heteroseksual naik, sekarang 35 persen kenaikannya," ujar Pengelola Program Pemberdayaan Masyarakat KPA Kota Bandung, Iwa Lesmana saat ditemui di kantornya, Jalan Lengkong, Kota Bandung, Selasa, 1 Desember 2015.

    Menurut Iwa, Ibu Rumah Tangga menjadi kian rentan terkena HIV/AIDS lantaran ditularkan oleh suaminya yang notabene merupakan pria pelanggan seks. "Ini berisiko itu bisa dari laki-laki yang PPS, pria rumahan dia beli seks dan menularkannya di rumah," katanya.

    Temuan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung hingga September 2015, tersapat 3625 rekap dari 91 kasus HIV/AIDS di kota Bandung. "Kasus Ibu Rumah Tangga 40 orang yang terdata, dan yang tidak terdata lebih banyak lagi," kata dia.

    Sementara itu, kata dia, untuk kasus HIV/AIDS yang disebabkan oleh jarum suntik justru malah menurun. Hal itu, ucap dia, lantaran masuknya program Layanan Alat Suntik Steril (LASS). "Kalau dulu satu orang pemakai rame-rame kalau sekarang dianjurkan gak boleh kita sediakan jarum suntik steril," ucapnya.

    "Faktor lainnya karena sekarang BNn (Badan Narkotika Nasional) gencar memberantas narkoba, heroin susah didapat sabu juga sama untuk itu memang agak sulit makanya daripada nyari yang susah ada terapi metadon," ujarnya.

    Penularan virus mematikan HIV / AIDS di Subang, juga sudah masuk dalam tahap yang sangat membahayakan. "Sebanyak 82 persen yang tertularnya anak di bawah umur. Penularannya melalui hubungan seksual," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Budi Subiantoro, kepada sejumlah wartawan, Selasa, 1 Desember 2015.

    Ia mengungkapkan, sesuai hasil pendataan yang dilakukannya, selama enam bulan terakhir, warga yang dinyatakan positif tertular AIDS sebanyak 55 orang, ada pun yang tertular HIV sebanyak 83 orang.

    Sedangkan jumlah akumulatif penderita sejak tahun 1999-Juni 2015 mencapai 1.076 orang. Rinciannya, 546 penderita HIV dan 530 lainnya penderita AIDS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.009 berusia 15-49 tahun. Lalu yang berstatus ibu rumah tangga sebanyak 199 orang, anak-anak 41 orang, PNS 11 orang, pelajar enam orang, mahasiswa empat orang, TNI/Polri sebanyak tiga orang.

    Di Indramayu, penularan HIV/AIDS banyak disebabkan oleh hubungan seksual. Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu sepanjang Januari hingga September mencapai 352 kasus. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 200 kasus lebih. “Kasus ini tertinggi kedua di Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dedi Rohendi, Selasa 1 Desember 2015. Ada pun total kasus HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu sejak 1993 hingga 2015 mencapai 1.908 kasus dan terjadi merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu.

    Sekitar 90 persen lebih penularannya karena hubungan seksual. Bahkan menurut Dedi tidak sedikit ibu rumah tangga yang tidak berdosa yang ikut tertular HIV/AIDS dari suaminya yang suka berhubungan seks bebas.

    PUTRA PRIMA PERDANA | AMINUDIN A.S. | NANANG SUTISNA | IVANSYAH

    Baca juga:
    3 Hal Ini Bikin  Ketua DPR Setya Novanto Sulit Ditolong!
    Selidiki Setya Novanto, Jaksa Agung: Ada Pemufakatan Jahat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.