Kader HMI Malang Kecam Penggunaan Dana APBD untuk Kongres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan kader HMI Sulselbar menutup pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    Ribuan kader HMI Sulselbar menutup pintu masuk Pelabuhan Soekarno Hatta Pelindo IV, Makassar, 17 November 2015. Mereka memaksa masuk ke pelabuhan untuk diberangkatkan menuju Riau, tempat pelaksanaan Kongres HMI ke-29. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Malang - Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Malang yang tergabung dalam Aliansi Kader HMI Peduli Independensi Malang mengecam dana Rp 3 miliar untuk Kongres HMI. Mereka menuntut agar uang rakyat Provinsi Riau dikembalikan.

    "Kembalikan uang rakyat Rp 3 miliar. HMI tak berhak mengambil dana rakyat," kata juru bicara aksi, Ryanda Barmawi, Senin, 23 November 2015.

    Dalam aksinya di jalan simpang balapan Malang, kader HMI menilai Pengurus Besar HMI tak kreatif mencari dana, sehingga merampas uang yang menjadi hak rakyat. Padahal kongres ke-29 di Riau telah mendapat dana dari para alumnus dan sponsor. "Mereka menghamburkan uang, kongres di hotel bintang lima," ujar Ryan--panggilan Ryanda.

    BACA JUGA
    Rombongan HMI 21 Bus Mampir di Restoran, Makan, Lalu Kabur
    Cara Polisi Redam Amukan Kader HMI: Nasi Bungkus!

    Seharusnya Kongres HMI menggunakan prinsip sederhana, ekonomis, dan tak menggunakan dana publik. Mereka pun menanyakan komitmen HMI untuk membela dan memperjuangkan hak rakyat, sementara mereka telah menggunakan dana yang menjadi hak rakyat.

    "Di mana hati nurani kader HMI yang ramai-ramai hadir ke Kongres Riau, menghabiskan uang rakyat?" katanya.

    Dana dari alumnus dan sponsor sudah cukup, kata Ryan, sehingga tak perlu mengemis kepada Pemerintah Provinsi Riau melalui dana bantuan sosial. Dana tersebut lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan sosial rakyat Riau.

    "Dana Kongres HMI lebih besar dibanding dana penanganan kabut asa. Ini menyakitkan kami," ujarnya.

    Mereka khawatir, kata Ryan, jika dana digunakan untuk kepentingan elite PB HMI. Mereka menanyakan sikap independensi etis dan organisatoris bagi kader HMI. Mereka melayangkan surat terbuka kepada Ketua Umum PB HMI, Menteri Dalam Negeri, serta Gubernur dan Ketua DPRD Riau.

    "Dana APBD Riau untuk Kongres HMI menunjukkan semakin langgengnya posisi semakin mesra antara PB HMI dan penguasa," tuturnya.

    Dalam aksinya, mereka membakar ban di tengah jalan dan berorasi menolak dana Kongres HMI. Mereka juga membentangkan spanduk dan poster serta mengecam penggunaan dana rakyat untuk Kongres HMI.

    EKO WIDIANTO

    BERITA MENARIK:
    Selingkuh Bisnis-Politik Soal Freeport: Begini Nasib Setyo Novanto
    Setya Novanto Didesak Mundur: Bila Tak Mau, Ada Ancamannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?