Syahbandar Terus Selidiki Penyebab Kapal Tenggelam di Teluk Lamong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang bergelantungan di dinding kapal untuk menyelamatkan diri saat kapal KM Wihan Sejahtera tenggelam di Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, 16 November 2015. ANTARA/POLAIR POLDA JATIM

    Penumpang bergelantungan di dinding kapal untuk menyelamatkan diri saat kapal KM Wihan Sejahtera tenggelam di Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, 16 November 2015. ANTARA/POLAIR POLDA JATIM

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Hubungan Masyarakat Syahbandar Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Marzuki, mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan ihwal penyebab tenggelamnya kapal Roll On-Roll Off (RoRo), KM Wihan Sejahtera, di perairan dekat Pelabuhan Teluk Lamong, kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Senin pagi, 17 November 2015 lalu.

    Menurut Marzuki, penyelidikan dilakukan, termasuk memeriksa seluruh kru hingga nahkoda kapal. Hasil dari penyelidikan akan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk disidangkan di Mahkamah Pelayaran.

    “Saat ini penyelidikan masih berlangsung. Kami harus periksa semua pihak yang berkaitan dengan kapal itu,” kata Marzuki saat ditemui Tempo di kantornya, Kamis, 19 November 2015.

    Marzuki menjelaskan, sanksi yang akan dijatuhkan kepada yang dinilai bertanggungjawab sepenuhnya menjadi kewenangan Mahkamah Pelayaran. Syahbandar hanya bertugas melakukan penyelidikan.

    Apabila pemilik kapal dan PT Pelindo dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Pelayaran, yang didasarkan pula oleh hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), maka keduanya kemungkinan akan dikenai sanksi. “Bentuk dan jenis sanksi, itu merupakan kewenangan Mahkamah Pelayaran,” ujar Marzuki.

    Marzuki mengatakan, penyelidikan belum bisa dilakukan secara maksimal. Hingga saat ini sejumlah kru dan nahkoda kapal yang memuat lebih dari 100 orang penumpang, itu masih shok. Tim penyelidik harus menunggu kondisi mereka kembali normal. “Kami tidak mau memaksakan mereka untuk diwawancarai atau dimintai keterangan, khawatir hasilnya tidak maksimal,” ucapnya.

    Setelah kondisi para kru dan nahkoda kapal sudah pulih, proses penyelidikan akan diintesifkan untuk mempercepat persidangan.

    Sementara itu, Kepala Syahbandar Tanjung Perak Surabaya, Rudiana, saat menerima kunjungan anggota Komisi V DPR RI mengatakan dari hasil penyelidikan sementara secara internal, diduga kapal Ro-Ro itu tenggelam akibat kelebihan muata atau overload. Kapal miring dan perlahan-lahan tenggelam. “Buktinya, ada perbedaan antara data di manifes dengan jumlah penumpang,” tuturnya.

    Pada manifes tercatat 153 penumpang. Namun, setelah dilakukan penyelamatan usai tenggelam, jumlah yang ditemukan 212 orang. Mereka terdiri dari 179 penumpang dan 25 orang anak buah kapal (ABK). Seluruhnya dalam keadaan selamat.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?