Universitas Indonesia Ciptakan Mobil Super Irit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil prototip kelas urban bensin melaju di lintasan sirkuit Kenjeran Park, Surabaya, (17/11). 53 tim dari 30 universitas di Indonesia mengikuti ajang Indonesia Energy Marathon Challenge 2013 yang memperlombakan puluhan mobil konsep karya mahasiswa. TEMPO/Fully Syafi

    Sebuah mobil prototip kelas urban bensin melaju di lintasan sirkuit Kenjeran Park, Surabaya, (17/11). 53 tim dari 30 universitas di Indonesia mengikuti ajang Indonesia Energy Marathon Challenge 2013 yang memperlombakan puluhan mobil konsep karya mahasiswa. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CODepok - Mahasiswa Universitas Indonesia berhasil membuat dua jenis kendaraan roda empat yang super irit. Kendaraan pertama yang diberi nama Keris R-VII dengan kategori Prototipe Gasoline mampu melaju sejauh 740 kilometer dengan satu liter bensin. Adapun kendaraan lainnya yang diberi nama Kalabia Evo.5 dengan kategori Urban Concept Gasoline mampu melaju sejauh 292 kilometer dengan satu liter bensin.

    Ketua Umum Tim Universitas Indonesia Supermilieage Vehicle, Maha Willy Chandra mengatakan, pembuatan mobil irit ini untuk diikutkan dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Universitas Brawijaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada 21-25 Oktober 2015. 

    Kedua mobil tersebut dirancang dengan konsep berbeda. Keris R-VII menitikberatkan pada aerodinamis kendaraan dengan bentuk futuristik. Sementara itu, Kalabia Evo.5 dibangun dengan konsep mobil perkotaan. "Kedua mobil itu dilengkapi fitur keselamatan sesuai standar,” kata Willy.

    Willy mengatakan, tim yang terlibat dalam pembuatan Keris R-VII dan Kalabia Evo.5 berusaha meminimalisasi gesekan pada mobil. Misalnya saja gesekan udara, transmisi, dan piston. Dengan “menghilangkan” gesekan tersebut, kerja mesin jauh lebih ringan dan konsumsi bahan bakar bakal lebih irit.

    Tim UI-SMV terinspirasi oleh ikan yang hidup di laut yang bisa bergerak dengan mudah di dalam air. Karena itu, bentuk mobil dirancang sedemikian rupa untuk menepis hambatan angin yang dilawannya. "Intinya, kami terapkan sistem aerodinamis seperti bentuk ikan dan titik air hujan," ujar Willy.

    Ia menuturkan, Tim UI juga mengembangkan struktur mobil yang memiliki kekuatan tinggi dengan berat yang ringan. Bahkan, dia menuturkan struktur tersebut diadopsi dari konstruksi pesawat. "Rangkanya nyontek dari rangka pesawat," ucapnya.

    Bahan body kedua mobil tersebut terbuat dari carbon fiber, yang empat kali lebih ringan dari besi, dengan kekuatan empat kali lebih besar. Untuk membuat mobil Prototipe Gasoline dibutuhkan biaya sebesar Rp40-50 juta dan Urban Concept Gasoline sebesar Rp70-80 juta. "Keduanya dengan kapasitas 110 cc, dengan berat total mesin 20-25 kg," ujarnya.


    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.