Hujan Deras, 7 SUTET Roboh, Palangka Raya Lumpuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menara Sutet di Jakarta (16/12). Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Fahmi Mochtar mengakui, wilayah Jakarta dan sekitarnya masih mengalami defisit listrik sebesar 50 megawatt. TEMPO/Subekti

    Menara Sutet di Jakarta (16/12). Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Fahmi Mochtar mengakui, wilayah Jakarta dan sekitarnya masih mengalami defisit listrik sebesar 50 megawatt. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Sebagian aktivitas warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, lumpuh karena aliran listrik padam menyusul robohnya 7 tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) akibat diterpa hujan lebat disertai angin pada Sabtu malam, 7 November 2015.

    "Sudah sekitar 18 jam listrik padam dan sampai sekarang belum nyala. Saya tidak bisa berjualan karena tidak bisa membuat es batu," kata Hani, penjual minuman dan aneka es serta jus di Jalan Diponegoro, Palangkaraya, Senin, 9 November 2015.

    Dia mengatakan, telah berusaha mencari es batu keliling kota tetapi tidak ada karena listrik padam di Palangkaraya.

    "Sejak Sabtu sore sampai sekarang listrik nyala. Kami terpaksa menggunakan genset meski banyak biaya karena harus membeli bahan bakar," kata Intan warga lain yang tinggal di Jalan G. Obos.

    Pantauan Antara, akibat aliran listrik padam, sejumlah aktivitas warga terganggu. Warga Kota Palangkaraya yang sebagian besar menggunakan ATM untuk transaksi menarik tabungan juga mengalami kesulitan karena mesin yang disediakan tidak berfungsi.

    "Saya telah keliling sampai tujuh ATM dan di Bank ini saja yang bisa digunakan. Itu pun saya harus menunggu sekitar 20 menit akibat panjangnya antrean padahal ada sekitar enam mesin di sini," kata William saat mengantre di salah satu ATM di Jalan A. Yani, Palangkaraya.

    Selain itu, pedagang ikan mengeluh listrik padam karena sulit mendapat es batu sebagai bahan utama untuk mengawetkan ikan. Padamnya aliran listrik itu juga mengganggu aktivitas lainnya seperti dikeluhkan warga yang mengaku kehabisan air untuk kebutuhan MCK bahkan untuk memasak, serta membengkaknya biaya produksi sejumlah industri rumahan karena harus menggunakan genset.

    "Kami kehabisan air untuk MCK bahkan untuk masak istri terpaksa harus menggunakan air galon, lemari es pun menjadi bau karena tidak berfungsi. Diharapkan listrik cepat nyala agar aktivitas normal kembali," tambah William.

    Sebelumnya, Asisten Manajer Pelayanan PLN Palangkaraya, Zakaria Nuran mengaku, robohnya tower dan kerusakan jaringan distribusi listrik mengakibatkan terjadinya pemadaman bergilir di Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, Pulang Pisau, dan Kapuas.

    Dia mengatakan, pemadaman bergilir tidak dapat dihindari karena pasokan listrik dari sistem Barito terputus sehingga pasokan di empat wilayah tersebut hanya berasal dari pembangkit listrik yang ada di Palangkaraya.

    "Saat ini teknisi PLN sedang berupaya melakukan tindakan agar kondisi listrik kembali normal. Mohon doanya agar proses pemulihan ini bisa segera selesai," demikian Zakaria.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.