Asap Kian Pekat Warga Pekanbaru Berburu Tabung Oksigen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aulia (2 tahun) ditemani ayahnya di posko evakuasi korban asap di Kantor Wali Kota Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Pemerintah Kota Pekanbaru mengubah dua ruangan di kantor balai kota untuk evakuasi bayi dan anak-anak. ANTARA/FB Anggoro

    Aulia (2 tahun) ditemani ayahnya di posko evakuasi korban asap di Kantor Wali Kota Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Pemerintah Kota Pekanbaru mengubah dua ruangan di kantor balai kota untuk evakuasi bayi dan anak-anak. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kian pekat menyelimuti Riau. Kualitas udara memburuk melebihi ambang batas mencapai 900 Psi atau berbahaya. Pekatnya asap menyebar hingga ke dalam rumah. Alhasil warga Pekanbaru terpaksa menggunakan alat bantu oksigen untuk bernafas.

    "Tidak ada lagi tempat berlindung, rumah pun sudah dimasuki asap," kata Denny, warga Jalan pontianak, saat ditemui Tempo, di Toko Indo Alkes, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru, Selasa, 6 Oktober 2015.

    Denny harus membeli dua tabung oksigen merk Oxycan (oksign portable dalam kaleng) untuk keluarganya di rumah. Denny mengaku, dia, istri dan dua anaknya sudah tidak sanggup lagi menahan kepungan asap yang menyesaki rumah. "Kasihan anak saya masih kecil-kecil," kata Denny.

    Pembeli lainnya Harsya mengatakan, kabut asap juga sudah menyesaki kantor tempatnya bekerja. Dia membeli dua tabung oksiben merk Oxycan untuk dipakai bersama rekan kerjanya di kantor. "Kantor kami juga dipenuhi asap," katanya.

    Pantauan Tempo di toko alat kesehatan Indoalkes, Jalan Ahmad Yani, terus didatangi warga, baik itu membeli oksigen maupun masker. Pemilik toko pun dibuat kewalahan memenuhi permintaan konsumen yang melonjak tajam menyusul kabut asap semakin pekat. "Kami kehabisan stok barang," kata pemilik toko, Oscar, saat ditemui Tempo.

    Padalah kata Oscar, toko miliknya merupakan distributor alat kesehatan wilayah I di Sumatera. Dia selalu kehabisan stok barang seperti oksigen dan masker lantaran permintaan tinggi. Belum lagi harus memenuhi permintaan rumah sakit dan instansi swasta dan pemerintahan dalam jumlah besar. "Permintaan tinggi, tapi stok barang itu tidak ada," kata Oscar. (Lihat video Serbuan Asap Indonesia Batalkan Sejumlah Pertandingan Olahraga, Ini Usaha Pemerintah Menangani Kabut Asap)

    Oskar menjelakan, dalam satu bulan biasanya dia mendapatkan pasokan okxigen merk Oxycan sebanyak 75 kotak. 1 Kotak berisi 12 tabung, 1 tabung oksigen harganya Rp 50 ribu. Oksigen jenis ini hanya dapat dipakai enam kali dengan cara disemprotkan ke mulut. "Dalam sehari saja habis empat kotak," ujarnya. 

    Menurut Oscar, warga bahkan membeli oksigen tabung 12 kilogram untuk disediakan di rumah. Padahal oksigen tersebut biasanya digunakan oleh rumah sakit di ruang perawatan. Namun pekatnya asap di Pekanbaru membuat masyarakat khawatir sehingga harus menyediakan oksegen tabung 12 kg di rumah. Untuk oksigen tabung ini dijual dengan harga Rp 850 ribu satu set beserta trolinya. Oksigen ini dapat diisi ulang dengan harga pengisian Rp 35 ribu satu tabung. "Tapi untuk oksigen tabung ini juga sudah habis," kata Oscar.

    Oscar mengaku kebingungan mencari stok barang. Menurut Oscar, terputusnya stok oksigen di Riau disebabkan lumpuhnya Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru akibat kabut asap, sehingga barang yang dipesan melalui jasa pelayanan kargo terhambat. "Pesawat tidak bisa terbang, kargo jadi terhambat. Daerah tetangga seperti Padang dan Medan pun tidak mau memberikan barang karena mereka juga terdampak asap," jelasnya.

    RIYAN NOFITRA

    Baca juga:
    G30S 1965: Terungkap, Kedekatan Soeharto dan Letkol Untung
    Minta Maaf ke Sukarno? Titiek:Kenapa Harus, Pak Harto Itu...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.