490 Desa di Jawa Timur Dilanda Kekeringan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengambil bantuan air bersih di bak penampungan di Deliksari, Gunungpati, Semarang, 7 Agustus 2015. Pemerintah kota maupun pihak swasta terus memasok air bersih di tiga wilayah terdampak kekeringan di Semarang, yaitu wilayah Rowosari, Deliksari dan Gunung Tugel. TEMPO/Budi Purwanto

    Warga mengambil bantuan air bersih di bak penampungan di Deliksari, Gunungpati, Semarang, 7 Agustus 2015. Pemerintah kota maupun pihak swasta terus memasok air bersih di tiga wilayah terdampak kekeringan di Semarang, yaitu wilayah Rowosari, Deliksari dan Gunung Tugel. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Surabaya – Pada September ini, masih banyak desa yang mengalami kekeringan. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, ada 490 desa yang kering kerontang.

    "Itu per tanggal 11 September lalu," kata Kepala BPBD Jawa Timur Sudharmawan pada Senin, 14 September 2015. Desa-desa itu tersebar di 24 kota/kabupaten di Jawa Timur.

    Menurut dia, 24 daerah yang mengalami kekeringan tersebut antara lain Kabupaten Malang, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Situbondo. (Lihat video Walhi : Waduk Bukan Solusi Atasi Krisis Air, Walhi : Hujan Buatan Bukan Jawaban)

    Sudharmawan pun menjelaskan, jumlah desa yang mengalami kekeringan naik jika dibanding Juli lalu sebanyak 459 desa. "Tapi 2014 lebih banyak, yakni 640 desa."

    Untuk mengatasi kekeringan itu, BPBD Jawa Timur bekerja sama dengan BPBD daerah dan pemerintah kabupaten dalam pengedropan air. Untuk jangka panjang, akan dikembangkan sistem perpipaan, pembuatan sumur bor, dan embung geomembran.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.